Yang Tidak Punya Banyak Gaya dan yang Kaya Hidup Sederhana, Ini Penyebabnya

liputan6.com

Orang yang bisa saja cenderung berpirlaku kaya, padahal orang yang kaya sekalipun justru hidup sederhana. Bahkan orang-orang kaya di dunia pun hidup sederhana.

Seperti miliarder Warren Buffett dan Mark Zuckerberg, dengan kekayaan yang memggunung justru orang-orang ini memiliki kebiasana hidup hemat dan sederhana.

Tidak tinggal di rumah yang mewah, baju pun tidak mahal. Lalu apa yang menyebabkan mereka yang kaya justru hidup sederhana.

Dosen University of Georgia dan penulis buku laris The Millionaire Next Door, Thomas Stanley, mengatakan bahwa ada tiga alasan dibalik kebiasan hidup sederhana orang-orang kaya dan miliarder.

1. Lingkuhan Mereka Sederhana dan Bersahaja
Mereka dibesarkan dilingkuhan yang sederhana dan bersahaja, hidup mereka begitu hemat dan tidak suka menghambur-hamburkan uang.

Mereka seperti ini tidak terlepas dari keluarga dan lingkungan tempat mereka dibesarkan.

Stanley mengungkap, orang-orang miliarder cenderung berasal dari keluarga kelas menengah kebawah, sejak kecil mereka di didik untuk bijak dalam membelanjakan uang.

Menurut Stanley, mengatakan bahwa mereka tidak malu dengan kehidupan yang mereka miliki. Perbedaannya sangat mencolok dengan mereka yang mengedepankan gengsi.

2. Mereka Mengerti Arti Kekayaan
Mereka mengerti artai kekayaan yang mereka miliki. Mereka tahu bahwa kekayaan mereka meski dalam jumlah besar tidak akan bertahan lama jika dihambur-hamburkan.

Bagi miliarder justru lebih memilih untuk menginvestasikan uang dan menggunakan separuh pendapatannya untuk kepentingan yang utama.

3. Lingkungan Pekerjaan yang Mempengaruhi
Orang kaya biasanya berasal dari kalangan pendidik, insinyur, pemiliki bisnis bahkan pengusaha. Mereka terbiasa berhemat dan ssudah menjadi budaya mereka.

Sedangkan artis, pengacara dan bos memiliki tekanan untuk selalu tampil prima karena menyandang status sosial yang tinggi.

Sehingga itulah yang membuat mereka membelanjakan uang untuk kebutuhan pribadi dan barang-barang bermerek.

Sedangkan mereka yang bekerja sebagai insinyur dan pendidik tidak memilki tuntuntan sehingga mereka lebih memilih menginvestasikan uangnya untuk keperluan yang lebih penting.