Urusan Duniamu Ditentukan Dari Kedekatanmu Kepada Allah

  • 6
    Shares

Banyak orang menjadi frustasi dalam persoalan yang dia hadapi karena semakin kuat dia berusaha untuk menyelesaikan, semakin kuat pula persoalan itu memilihnya. Seoalah-olah seluruh energi dan waktu yang dihabiskan tetap tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Hal ini tidak jarang membuat seseorang putus asa dan merasa tuhan tidak adil kepada dirinya. Padahal jelas-jelas Allah telah memerintahkan untuk selalu mendekat pada-Nya, tapi apa yang terkadang kita lakukan? Kita malah dengan congkaknya menaruh Allah diurutan paling belakang ketika ada pemasalahan hidup.

Setelah kita merasa semua tak lagi ada yang bisa dipercaya dan mintai pertolongan, barulah kita sadar bahwa hanya Allah sandaran terkuat dalam hidup. Padahal alangkah lebih tepatnya jika sebelum kita ringkih, kita menyadari bahwa Allah maha pemberi solusi atas apa yang kita alami. Sebab, urusan dunia ditentukan dari kedekatan kita kepada Allah.

Bersemangatlah Menjadi Baik Karena Allah, Maka Orang-Orang Baik Akan Datang Menghampirimu

liputan6.com

Apa yang kita harapkan dari manusia, tak bisakah kita sadar bahwa orang lain juga menaruh harapan kepada Allah. Lantas untuk apa ketika ada permasalahan tergopoh-gopoh mencari seorang hamba.

Tak bisakah kita langsung mengadu kepada Sang pemberi harapan, tak bisakah kita menceritakan segala permasalahan kita kepada Allah terlebih dulu dengan tanpa ragu?

Jika orang lain terlihat nampak lebih bisa mengurusi permasalahan hidup yang ia alami, itu karena mereka lebih tahu caranya mengadu kepada Allah.

Sebab, menjadi baik karena Allah, menjadikan orang-orang baik akan datang menghampiri kita, akan membantu kesulitan yang kita alami, karena Allah telah menggerakkan hati-hati suci itu dengan ketulusan kita menghamba padanya.

Taatlah, Tugasmu Hanya Berusaha Menjadi Manusia Yang Dicintai Allah

pojoksau.id

Tak ada yang sulit sebenarnya didunia ini, sebab kita tidak ditugaskan untuk sibuk mencari segala sesuatu yang nampak warna-warni. Karena tugas kita sebagai seorang hamba hanya satu, yaitu TAAT. Tugas kita hanya berusaha menjadi manusia yang dicintai Allah.

Karena rasa cinta sesama manusia, rasa saling peduli dan saling menghargai didapat ketika kita sudah menggunakan hati hanya untuk melihat segala rahmat. Hati kita digerakkan untuk saling berbuat baik, ketika rasa cinta dan taat kita sudah benar-benar kita jaga hanya kepada Allah.

Perbaikilah Ibadah Dan Hati Yang Terkadang Masih Suka Membenci, Jagalah Lisan Yang Terkadang Suka Menyakiti

liputan6.com

Tidak usah sibuk dengan urusan dunia yang nampak menggelora, cukup saja terus menerus menjadikan diri semakin baik, perbaiki ibadah dan menjaga hati. Karena salah satu cara untuk mencetak kehidupan agar menjadi lebih berguna dan lebih baik, yaitu memperbaiki ibadah dan hati kita yang terkadang masih membenci, kurang menjaga lisan dan suka menyakiti perasaan orang lain.

Inilah salah satu solusi menjadikan kehidupan yang kita miliki agar lebih bermakna, dan senantiasa damai hidup tanpa adanya permasalahan yang pelik. Sebab permasalahan didunia ini timbul karena kurang berhati-hatinya kita dalam membawa hidup.

Hadapilah Penilaian Buruk Manusia Dengan Berlapang Hati

vemale.com

Tak usah menghiraukan Omongan pedas dari beberapa orang di sekitar kita yang terkadang sangat menyakitkan, tapi itulah kenyataan bahwa tidak semua orang suka cara kita. Cobalah pahami dan terima hal itu, Aambil sisi positif dari setiap kejadian.

Positive thingking adalah cara terbaik menjaga hati agar tetap lapang menerimanya. Pada akhirnya jadikan setiap penilaian buruk yang kita dapatkan sebagai langkah untuk menjadi lebih baik.

Tak Ada Gunaya Bersedih Atas Penilaian Manusia, Sebab Kita Semua Dinilai Oleh Dzat Yang Maha Mengawasi Dan Sempurna Penilaiannya

tojsiab.com

Benar adanya, bahwa memang tak ada gunnya bersedih karena penilaian dan kalimat buruk yang dilemparkan oleh orang lain. Jangan sampai hal itu mempengaruhi kehidupan nyaman kita selama ini. Mungkin tidak mudah menerima hal-hal yang menyakitkan seperti itu, Tapi dari sikap menerima akan membuat kehidupan kita lebih bahagia.

Sebab kita semua dinilai oleh Dzat yang maha mengawasi dan sempurna penilaiannya. jika orang lain begitu bangga menilai semua yang kita lakukan, tetaplah woles menghadapinya, karena mereka tengah dinilai juga oleh Allah, kita tidak usah menghakiminya.

Sebab Allah Maha Mengetahui Apa Yang Terlihat Dan Tersembunyi

tribunnews.com

Tak usah merasa kesal jika orang terus menerus menjudge sisi kehidupan yang kita jalani. Kita cukup percaya dan yakin bahwa Allah mengetahui apa yang terlihat dan tersembunyi.

Biarlah orang lain sibuk dengan kebiasaannya terlena dengan gemelut dunia yang menjadikannya tanpa henti memberi penilaiaan terhadap diri kita, karena sampai kapanpun penilaian manusia takkan ada ujungnya.

Tugas kita hanya terus menerus memperbaiki diri, untuk terus menghamba kepada Allah. Jangan peduli dengan penilaian buruk mereka, karena jika Allah telah menggerakkan hatinya, Penilaian buruk yang mereka lakukan tidak akan lagi terjadi.