Siapapun Mungkin Akan Bosan Menunggu, Jika Waktunya Hanya Digunakan Untuk Mengeluh

Iya siapapun mungkin akan bosan menunggu, jika waktunya hanya digunakan untuk mengeluh dan menggeurtu tiada henti atas waktu yang telah Allah tetapkan.

Bahkan ada yang menunggunya sangat membosankan, sebab yang dia pertanyakan hanya bagaimana caranya dia bisa bertemu secepatnya dengan seseorang yang memang sudah diharapkannya selama ini.

Menunggu Datangnya Seorang yang Pasti Siapa yang Tidak Keburu, Apalagi Jika Merasa Waktunya Sudah Cukup Baik

instagram.com/aisyah.alhamra

Dan benar, menunggu datangnya seseorang yang pasti siapa yang tidak keburu, serasa ingin cepat-cepat bertemu, apalagi mengingat kemarin selalu mendapatkan kisah pahit, dan apalagi jika merasa waktunya sudah cukup baik.

Sayangnya Takdir Tidak Semudah yang Kita Harapkan, Dimana Saat Kita Sudah Ingin Dia Datang Dengan Cepat

instagram.com/aisyah.alhamra

Tapi sayangnya ya takdir kadang tidak semudah yang kita harapkan, tidak semudah yang kita inginkan, dimana saat kita sudah ingin dia datang dengan cepat.

Dimana saat kita sudah ingin dia bergegas menemui kita, bagaimanapun cara dan jalannya, yang penting hadir dengan cepat.

Kadang Allah Masih Menyuruh Kita Menunggu, Menyuruh Kita Bersabar Dulu Dengan Waktu Terbaik

instagram.com/aisyah.alhamra

Lagi-lagi semua itu hanya sekedar bayangan sepintas, membayangkan semuanya abbra kadabra langsung jadi di depan mata.

Sebab kadang Allah masih menyuruh kita menunggu, menyuruh kita bersabar dulu dengan waktu terbaik, menyuruh kita sabar dulu dengan kisah elegan yang sedang dirangkai-Nya.

Kadang Allah Masih Menyuruh Kita Terus Memperbaiki Untuk Waktu yang Pasti Akan Indah Pada Masanya

instagram.com/aisyah.alhamra

Dan kadang Allah masih menyuruk kita terus memperbaiki diri dulu untuk waktu yang pasti akan indah pada masanya.

Sayangnya, Tidak Setiap Kita Mampu Benar-benar Bersabar, Ada yang Kadang Sudah Merasa Bosan dan Terus Menggerutu

instagram.com/aisyah.alhamra

Namun sayangnya lagi, tidak setiap kita mampu benar-benar bersabar, tidak benar-benar mampu tenang, dan tidak benar-benar mampu berbaik sangka kepada Allah, sebab masih ada yang kadang sudah merasa bosan dan terus menggerutu.