Sanjungan Orang Lain Terhadapmu, Hanya Karena Indahnya Penutup Allah Atas Aib-Aibmu

  • 5.8K
    Shares

Manusia sering merasa bangga dan bahagia saat sanjungan ia dapat dari orang-orang yang menyuikainya, padahal semua tercipta hanya karena indahnya penutup Allah atas aib-aib yang kita miliki.

Tetapi sebaliknya, kita merasa sangat kesal dan marah saat dihina ataupun diremehkan oleh orang lain. Kenapa demikian, hal ini terjadi karena secara tidak sadar kita tengah haus akan pujian.

Coba saja kita playsback pada masa dimana kita pernah dicaci atau diremehkan oleh orang, dan saat itu pulalah ada orang yang penyanjung kita, menghargai kita, hati akan langsung berbinar seketika itu pula.

Itu membuktikan bahwa hati kita masih kosong, karena kita selalu tergantung pada penilaian manusia. Karena jika kita selalu menomor satukan penilaian dari Allah, maka ketika orang lain menyanjung ataupun menghina keadaan hati akan tetap biasa-biasa saja, tetapi biasa disini adalah cepat-cepat merujuk pada Allah, karena dialah Dzat Yang Maha Pemberi segalanya.

Jadi untuk berlaku sombong ketika disanjung itu akan bisa dikendalikan dengan cepat, sebab keyakinan kita untuk mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah sudah menjadi fondasi terkuat didalam ati.

Jangan Pernah Kamu Meninggikan Hati, Sekalipun Kamu Dipuji Dengan Sangat Tinggi

www.dream.co.id

Maka jangan pernah kita sampai lupa untuk tetap merendahkan hati, sekalipun pujian orang lain sudah begitu membuat sekujur tubuh seakan-akan menggigil karena saking bahagia dan senang.

Ingatlah bahwa pujian itu sebenarnya ditujukan kepadamu, tetapi kepada Allah. Sebab yang menjadikan kita nampak terlihat mengagumkan dan hebat dimata manusia lainnya tak lain hanya cammpur tangan kasih sayang Allah kepada kita.

Jangan Pernah Kamu Melupakan Bahwa Semua Yang Kamu Miliki Adalah Milik Allah

Arrahman.Id

Jangan pernah kita sapai lupa bahwa apa-apa yang menjadi milik kita, seperti harta, jabatan, kekuasaan, harta, dan kesempurnaan yang menempel pada tubuh kita adalah milik dari sang Ilahi Rabbi.

Maka jangan sampai kita berlaku tidak adil kepada Allah, saat semua orang takjub dengan semua yang menjadi milik kita. Cepat-cepatlah kembalikan kepada Allah saat kita mulai merasa bangga karena sanjungan orang lain, agar kita tidak kufur nikmat kepada Allah.

Jangan Pernah Kamu Merasa Bangga Dan Sampai Melupakan Karunia Allah

fritztory.wordpress.com

Jangan sedikitpun kita merasa bangga dengan sanjungan yang dilontarkan orang lain kepada kita, sampai lupa untuk bersyukur atas segala karunia yang telah Allah berikan kepada kita.

Ingatlah, bahwa sebenarnya sanjungan itu merupakan racun yang sangat mematikan kepada diri kita, jika kita tidak pandai mengendalikannya dengan syukur dan tetap rendah hati. Kita harus selalu ingat bahwa segala sesuatunya hanya milik Allah yang hanya dititipkan untuk kita.

Jangan Sampai Kamu Menjadi Hina Dihadapan Allah, Sebab Kamu Lupa Untuk Bersykur Pada-Nya

vivamuslim.com

Dan jangan sampai kita menjadi hina dihadapan Allah, sebab kita terlalu terlena dan bangga dengan sanjungan kecil Hamba-Nya. Karena jika kita lupa untuk bersyukur kepada Allah, maka jangan heran jika Allah pada akhirnya tidak lagi memberikan amanahnya kepada kita lagi.

Jangan tanyakan takdir Allah jika kenikmatan hidup yang kita miliki terkadang menjauh dari kita, bukan karena takdir buruk yang sudah Allah berikan kepada kita, tetapi karena kurang hati-hatinya kita dalam menjaganya. Sehingga apa-apa yang kita miliki berbalik pulang kepada pemiliknya, yaitu Allah SWT.

Tetap Rendah Hatilah, Dan Jangan Sesekali Kau Menyombongkan Diri Dengan Berkata “Ini Semua Karena Aku”

Syairko.com

Oleh karena itulah kita harus selalu membiasakan rendah hati, jangan sampai kita sesekali menyombongkan diri dengan berkata “Ini semua karena aku” saat orang lain tengah menyanjung, memuji apa-apa yang kita miliki. Karena terkadang orang-orang dengan mudahnya mengatakan kalimat itu ketika orang lain tengah memujinya.

Alangkah baiknya mulai dari sekarang kita harus membiasakan memngembalikan segala sesuatunya kepada Allah, agar pujian atau sanjungan orang lain terhadap kita tetap menjadi berkah, bukan musibah bagi diri kita sendiri.