Penelitian: Hampir 50% Suami-Istri Bertahan Demi Anak Meski Pernikahannya Tidak Bahagia

famale.com

Pernikahan seharunya menjadi ladang kasih sayang bagi kedua orang. Akan tetapi banyak pernikahan yang tidak berjalan mulus dna tidak bahagia.

Alasan mereka bertahan satu-satunya adalah demi anaknya padahal mereka tidak bahagia.

Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa banyak pernikahan yang lebih mirip penjara. Sekelompok 2 ribu orang dewasa yang sudah menikah.

Dilansir dari StudyFinds, hampir setengah (47 persen) mengatakan, satu-satunya alasna mereka bertahan adalah demi anaknya.

Mereka mengatakan pernikahannya nyaman 77% sementara 15% pernikahan mereka hambar. Sebanyak 12% mengatakan bahwa penyebab stres nomer satu adalah pernikahan.

Seperenam dari survei OnePoll, mereka tidak mampu hidup sendiri secara finansial.

Studi tersebut, yang ditugaskan oleh Real Fix, juga mengatakan bahwa alasna utama kenapa pernikahan mereka bersalah adalah tidak adanya cinta lagi hal ini sampai mencapai 51%.

Masalah hubungan intim 45%, tidak ada lagi kebahagiaan, terlalu banyak bertengkar, tidak bisa menghabiskan waktu bersama.

Terlalu banyak kekahawatiran terhadap keuangan, perbedaan minat, kurangnya komunikasi, pasangan pemalas dan egois.

Sebanyak 14% responded berharap bisa memutar balikkan waktu. Pria dua kali lebih mungkin merasa tersiksa batin.

Pria lebih cenderung menggambarkan pernikahannya tanpa cinta. 20% dari semua responden menanggap mereka menikah terlalu muda.

Satu dari empat mengatakan mereka takut sendirian. Lainnya terlalu khawatir apa yang orang lain katakan jika bercerai.

Lebih dari 20% mengaku mereka tidak pernah melakukan hubungan intim lagi. Sehingga perselingkuhan terjadi dari pria 14% dan wanita 5%

77% mengatakan bahwa pondasi pernikahan bahagia adalah kepercayaan. Sedangkan kehidupan intim kuncinya 40%.

Sehingga dari sekian banyak pasangan suami-istri yang bertahan hingga saat ini 50% mereka tidak bahagia dan bertahan hanya karen anaknya.

loading...
loading...