Penelitian: Anak yang Suka Main Boneka Punya Jiwa Sosial dan Empati Tinggi

grid.id

Boneka menjadi salah satu barang kesukaan anak-anak juga bisa menghibur sang anak.

Ternyata dampak baik dari bermain boneka adalah bisa membantu perkembangan anak dalam pemahan sosial dan empati, hal ini dungkapkan oleh Barbie dan sekelompok ahli saraf.

Sebuah surveiglobal di 22 negara yang dilakukan oleh barbie yang menanyakan 15 ribu orangtua. Sebanyak 91% orang tua menganggap empati sebagai keterampilan sosial paling utam yang harus dimiliki oleh anak sehingga harus dikembangkan.

Sayangnya, hanya 26% dari mereka yang tahu seberapa besar bermain boneka bisa bermanfaat bagi keterampilan sosial anak mereka.

Manfaat Sosial Dari Bermain Boneka
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Sarah Gerson dan timnya melakukan pemantauan aktivitas otak anak-anak berusia empat hingga delapan tahun saat mereka bermain dengan boneka dan perangkat bermain lainnya.

Ditemukan bahwa bermain boneka bisa merangsang pikiran anak dengan mengaktifkan bagian otak yang membantu mengembangkan empati dan keterampilan sosial bahkan ketika bermain sendiri.

Aktivitas otak inilah mirip dengan saat anak berintraksi dengan orang lain. Ditemukan juga anak-anak lebih menunjukkan lebih banyak aktivitas otak dalam bermain boneka dibanding dengan permainan lainnya.

Hal ini terjadi pada anak laki-laki atau perempuan. Dilansir AsiaOne, penelitian ini membuktikan bahwa bermain dengan boneka memungkinkan anak untuk melatih keterampilan sosial mereka, mengembangkan empati lebih baik dari pada jenis permainan lainnya.

Pentingnya empati bagi anak-anak, diantaranya adalah:

1. Lebih Memahami Pikiran dan Perasaan Orang Lain
Rasa empati bisa membuat anak memahami prilaku orang lain dan mengakui pendepat orang lain juga bisa merasakan perasaan orang lain.

Sehingga mereka bisa mengetahui tindakan dan perkataan mereka bisa mempengaruhi orang disekitar.

2. Dapat Memiliki Hubungan Baik Dengan Teman
Seorang anak harus bisa mempelajari banyak hal tentang orang terdekat, termasuk keluarga dan teman, sehingga anak bisa mengetahui siapa yang bisa ia percayai dan bisa diandalkan.

Dengan mengembangkan empati anak bisa mendorong dia untuk menawarkan dukungan dan kenyaman bagi mereka yang membutuhkan. Bahkan bisa menjaga orang yang mereka sayang.

3. Keterampilan Mengatasi Konflik
Anak akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perasaan orang lain, tapi anak juga belajar bagaimana menyelesaikan konflik.

Sehingga hal ini sangat dibutuhkan ketika mereka bekerja secara tim atau ketika sudah dewasa dan bekerja.

4. Seiring Bertambahnya Usia Akan Tumbuh Menjadi Pribadi yang Peduli
Anak yang diajarkan tentang empati dari usia dini bisa membuatnya tumbuh menjadi orang dewasa yang peduli dan bertanggung jawab.

Mereka akan berkembang secara tepat, ini juga menjadi salah satu cara menjadi profesional, sukses di masa depan dan memiliki pengetahuan yang luas.