Orang Kaya Sesungguhnya, Bukan Ia Yang Terhias Harta Tapi Ia Yang Terhias Iman Dan Ilmu

  • 38
    Shares

Banyak diantara kita yang mendefinisikan dirinya adalah orang kaya, karena harta yang bergelimang selalu terhias sempurna dalam hidupnya membuat ia berbeda ketika sedang berkumpul dengan orang lain.

Tetapi perlu kita sadari, bahwa kaya yang sesungguhnya adalah saat diri ini terhias sempurna dengan iman dan ilmu Allah, bukan karena bling-blingnya gemilau harta yang menempel.

Jadi, tidak usah membusungkan dada ketika hidup sudah tak lagi susah, karena hal itu hanya bentuk kasih sayang Allah kepadamu agar dirimu lebih bisa menjadi sosok yang lebih berguna bagi sesamanya, bukan menjadi hina diantara sesamanya.

Kaya Atau Miskin Sama Saja Dihadapan Allah, Jika Hati Tak Pernah Kaya Dengan Ilmu Allah

media.ihram.asia

Karena kaya atau miskin itu sama saja dihadapan Allah, jika hati yang kita miliki tak pernah kaya dengan ilmu Allah. Untuk apa banyak harta, jabatan yang mengagungkan, kekuasaan dimana-dimana, tapi bisa menempatkan segala sesuatunya dengan porsinya masing-masing sesuai dengan perintah Allah.

Ilmu adalah pengendali terhebat dalam hidup seseorang, maka jika kamu mengaku kaya tapi masih saja berbuat sesuatu yang dibenci Allah, hal itu membuktikan bahwa dirimu masih saja miskin, karena dirimu belum bisa menggunakan ilmu Allah sebagai pengatur kekayaan yang kamu miliki.

Allah Melihat Hambanya Bukan Dari Banyaknya Harta Yang Dimiliki, Tapi Dari Berapa Banyak Harta Yang Digunkan Dijalan-Nya

media.ihram.asia

Allah melihat hambanya bukan dari harta yag dimiliki, tetapi dari berapa banyak harta yang digunakan dijalan-Nya. Maka jangan bangga dulu ketika Allah limpahkan segalanya untuk kita dengan tanpa henti, sampai-sampai orang lain mengenal kita dengan sebutan orang kaya.

Jika semua harta yang sudah menjadi identitas kita itu tak pernah memuliakan kita untuk selalu berbuat baik dijalan Allah. Karena kaya yang sesungguhnya itu saat harta yang kita miliki selalu bisa memuliakan baik didunia maupun diakahirat.

Allah Tidak Menilai Hambanya Dari Harta Yang Dimiliki, Tapi Dari Berapa Banyaknya Iman Dan Taqwa Dihati

 

Acselkita.com

Allah tak menilai hambanya dari harta yang dimiliki, tapi dari berapa banyaknya iman dan taqwa dihati. Karena sebanyak apapun harta yang kita miliki jika tak bisa terhias dengan kekayaan hati yang disebut dengan iman, hal itu akan menjadikan hidup kita sia-sia. Harta takkan ada nilainya, jika hanya membuat kita terjerumus dilembah kenistaaan.

Kekayaan Paling Sempurna Itu Saat Jiwa Dan Raga Selalu Melangkah Dengan Tatanan Ilmu Allah Walaupun Sampai Keliang Lahat

aceh.tribunnews.com

Karena kekayaan paling sempurna itu saat jiwa dan raga selalu melangkah dengan tatanan ilmu Allah hingga keliang lahat sekalipun. Harta akan menjadi indah dimiliki saat ilmu Allah menjadi penyanggah utama dalam mengaturnya.

Harta yang kita miliki akan menjadi pensiunan pahala bagi kita ketika ilmu dengan bijak mengaturnya untuk terus menjadi amal dijalan Allah, meski raga dan jiwa sudah tak lagi bisa bersatu.

Kekayaan Paling Sempurna Itu Saat Iman Dan Taqwa Selalu Terpatri Didalam Hati Sebab Ilmu Yang Menjadi Pengendali Diri

satumedia.co

Karena kekayaan paling sempurna itu saat iman dan taqwa selalu terpatri didalam hati, sebab ilmu Allah yang menjadi pengendali diri. Kekayaan seseorang itu akan nampak sempurna jika apa-apa yang hadir dan yang ia lalui dalam hidupnya selalu terarah dengan ilmu Allah, ia menggunakan pengetahuannya untuk terus mencari terang dan tenang dari Allah.

Iman dan taqwa yang terpatri dalam hati, menjadikan ia nampak elegan dalam menghamba kepada Allah, ntah dalam menjauhi segala larangannya ataupun menntaati segala perintahnya.