Lebih Baik Sibuk Memperbaiki Keadaan, Daripada Hanya Sibuk Mencela Keadaan Yang Ada

  • 10.5K
    Shares

Apa yang telah terjadi dalam hidup ini terimalah dengan bijaksana, dengan penuh syukur dan berlapang dada. Semua yang Allah takdirkan untuk kita sebagai hambanya sudah pasti adalah yang terbaik, dan hikmahnya tentu amatlah besar pula.

Ntah kisah yang hadir itu berupa sesuatu yang kita sukai ataupun yang tidak kita sukai sama sekali, semuanya adalah skenario indah Allah yang nantinya akan membuat kita sadar yang terbaik menurut Allah itu seperti apa.

Maka, lupakanlah masa yang telah berlalu, apalagi hal itu adalah kisah yang membuat kita hanya dihantui rasa penyesalan dan seakan-akan setiap saatnya hanya mengutuk takdir Allah. Karena lebih baik memperbaiki keadaan yang sudah terlanjur terjadi daripada hanya sibuk mencela keadaan yang ada.

Berhentilah Mendekte Allah Dengan Perkataan “Seandainya” Saat Kau Mengingat Masa Yang Telah Lalu, Karena Masa Lalu Takkan Pernah Kembali

cyberdakwah.com

Berhentilah mendekte takdir Allah dengan perkataan biasa seperti “Seandainya” ketika kau mengingat masa yang telah lalu, apalagi masa lalu itu adalah hal yang menyakitkan dan sesuatu yang bila diingat saat ini sangat tidaklah pantas.

Tetapi perlu kita sadari satu hal, bahwa masa lalu selamanya akan tetap mejadi masa yang telah beralalu, dan tentu semuanya takkan pernah hadir kembali dimasa yang akan datang.

Tentang kesalahan, keterlambatan, kegagalan, dan bahkan dosa sekalipun tidak akan pernah menjadi baik bila kamu sendiri hanya berbicara dalam angan dengan “Seandainya dulu aku tak pernah, seandainya dulu akau lebih berusaha, seandainya dulu aku sadar” dan semacamnya.

Semua itu takkan menjadi benar-benar baik jika dalam keadaan sekarang kau hanya sibuk mencela, bukan memperbaiki keadaan.

Penyesalan akan tetap menjadi sbuah penyesalan belaka, dan semua itu takkan merubah hidupmu menjadi lebih baik, apabila hanya penyesalan yang kamu rasa, dan tak mau memperbaiki.

Karena menyesal yang sesungguhnya itu adalah saat kau menyadari kesalaan dimasa kemaren dan dibarengi dengan tindakan untuk memperbaikinya.

Semua Yang Terjadi Dikehidupanmu Adalah Pelajaran Terbaik Untukmu, Renungi, Fahami, Dan Syukuri Secara Bijaksana

harianindo.com

Semua yang terjadi dikehidupanmu adalah peljaran terbaik untukmu, maka renungi dengan baik, fahami apa-apa yang menjadikanmu berbuat ataupun melakukan yang seharusnya tak kamu lakukan dimasa lalu, dan kemudian berbijaklah hati untuk mensyukurinya dengan penuh pengharapan kebaikan dari sang pemberi takdir.

Karena semua kisah yang telah kamu lewati, yang telah kamu lalui dimasa lalu tentu mempunyai makna tersendiri, dan itu semua tergantung bagaimana kebijaksnaan hatimu dalam menela’ahnya.

Kamu Tidak Akan Pernah Tahu Seindah Apa Goresan Kuasa Allah Yang Dibungkus Oleh Takdir Yang Ditetapkan Padamu, Sebelum Kau Bijaksana Menela’Ahnya

twcsy.com

Kamu tidak akan pernah tahu seindah apa goresan kuasa Allah yang dibungkus dengan yang namanya takdir, yang sudah dipersembahkan untuk hidupmu, sebelum kau berbijaksana dalam menela’ahnya.

Maka, pandai-pandailah menela’ah setiap hal yang telah kau lewati dimasa lalu, bukan untuk menyesali terlalu dalam, tapi untuk melakukan perbaikan agar kau tak selalu mencela takdir Allah dengan selalu menyalahkan keadaan.

Berhentilah Membiasakan Diri Mengeluhkan Keadaan Karena Kejadian Yang Terlewati, Ambillah Hikmahnya Dengan Terus Melakukan Perbaikan

wartakota.tribunnews.com

Berhentilah membiasakan diri mengeluhkan keadaan, karena kejadian yang telah kamu lewati. Ambillah hikmahnya dengan terus melakukan perbaikan.

Pandailah mencari solusi atas apa yang membuatmu menyesal dimasa lalu, bukan untuk kembali ringkih, tetapi untuk menyambut masa depan yang lebih baik dan lebih berarti, sehingga akhirnya kau menydari bahwa keputusan Allah lah yang terbaik.

Semua Orang Pasti Memiliki Kesalahan Dan Kesilapan, Tugasmu Hanya Menyadari Dengan Bijkasana Dan Mampukanlah Untuk Memperbaikinya

grid.id

Ingat, semua orang pasti memiliki kesalahan dan kesilapan dimasa lalu, tugasmu saat ini hanya teruslah maju menata masa depanmu dengan terus menyadari secara bijaksana.

Serta mampukanlah untuk memperbaikinya, sebesar apapun kesalahanmu dimasa lalu, maka tentu hal itu takkan berarti apa-apa, bila kau menyadari tugasmu yang memang sudah seharusnya menjadi lebih baik dari masa kemasa.