Jodoh Memang Rahasia, dan Tugasmu Bukan Menerka, Tapi Selalu Berbaik Sangka Akan Jalan-Nya

instagram.com/hallosukmaaa__

Membosankan tidak menunggu seseorang yang tidak kunjung datang? iya pasti membosankan, ada kalanya kita merasa ingin mengeluh dan mengeluh saja, dan hal itu sangatlah wajar.

Tetapi ingat dengan baik, bahwa jodoh itu adalah perkara pasti, kedatangannya sudah Allah atur dengan sangat baik, ntah itu jalannya, waktunya, menitnya, detiknya, harinya, tempatnya, dan sebagainya.

Kita pun tahu betul yang demikian, tapi tetap saja perasaan tidak menentu dikala sendiri itu seakan menghapus pengetahuan kita yang seperti ini, ditambah lagi saat orang-orang bertanya “kapan menikah, kapan bertemu jodoh, umurmu sudah berapa, kok belum laku-laku sih?”

Nah pertanyaan yang demikian sungguh membuat kita frustasi kadang, sehingga akhirnya yang bisa kita lakukan hanyalah mengeluh dan mengeluh saja. Merasa khawatir dan pikirna untuk berbaik sangka pun seakan sudah mulai jenuh.

Padahal itu ujiannya menunggu, kita akan dihadapkan oleh hal-hal yang demikian agar kita semakin yakin akan rencana Allah yang sedang Dia rangkai. Namun sayangnya, banyak diantara kita yang tertipu oleh keadaan, tidak bisa mengendalikan diri, tidak bisa mengontrol emosi, dan bawaannya tidak terima dengan jalan yang Allah tetapkan.

Astaghfirullah, iya banyak diantara kita ketika keadaan sudah sangat membosankan maka untuk berpikir tenang pun tak mampu, untuk tetap yakin pun seakan tak bisa, sehingga melangkah ke yang seharusnya tidak boleh maka dicoba-coba.

Apa? berkenalan tidak jelas, mencoba hubungan yang seharusnya tidak boleh, untuk sekedar mengisi kekosongan di hati. Sehingga saat sudah keenakan bermain, keenakan ada temannya, nyaman, tapi sayangnya semua itu palsu dan kamu ditinggalin, eh malah tambah kacau keadaan, lebih buruk dari yang kamu alami dari sekedar menunggu.

Jadi lebih baik menunggu dulu, persiapkan diri dengan baik, disabar-sabarin, banyak-banyak berbaik sangka kepada Allah, agar kamu tidak merasa jenuh dan tetap tenang.