Jangan Sibuk Mencari Kedudukan di Hati Makhluq, Tapi Sibuklah Mencari Kedudukan di Sisi Allah

  • 3
    Shares

Jarang sekali seseorang benar-benar murni mencari penilaian dari Allah, karena perkara menjaga hati untuk senantiasa merujuk pada-Nya butuh yang namanya perjuangan, kesadaran dan kesabaran tiada henti.

Sebab itulah mengapa kita selalu diwanti-wanti untuk senantiasa dekat dengan Allah, karena dikala kita telah dekat maka sungguh untuk berpaling dari-Nya akan sangat sulit.

Dan dikala kita telah senantiasa menghadapkan hati kepada-Nya, maka tentu untuk lebih sibuk mencari kedudukan di hati makhluq (manusia) lainnya kita akan sulit.

Mencari Kedudukan Di Hati Makhluq Sungguh Akan Sangat Melelahkan, Sebab Penilaian Makhluq Pasti Tidak Akan Ada Habisnya

instagram.com/larasatyberkian

Kethauilah, mencari kedudukan di hati manusia itu sungguh sangat melelahkan, pasti akan beragam sebab keinginan dan penglihatan merekapun tak sama.

Lagipula semakin kita mencari penilaian mereka, maka akan semakin sibuk pula kita engeluh karena merasa kurang akan pemberian Allah, sebab mengikuti nafsu itu memang tidak akan ada habisnya.

Sebaliknya, Bila Penilaian Allah Yang Kita Kejar, Maka Standar Penilaiannya Hanyalah “Hati”

instagram.com/larasatyberkian

Tetapi sebaliknya, bila penilaian Allah yang senantiasa kita kejar, maka pasti semakin kita menjadikan diri ini baik dihadapan-Nya maka akan semakin damai hati kita rasakan.

Karena resah gelisah, kekhawatiran akan kurang baik, dan embel-embel keduniaan sudah tidak mungkin melekat dalam diri, dikala hati murni telah berserah diri hanya kepada-Nya.

Allah Tidak Melihat Kedudukan Kita, Tidak Melihat Harta Kita, Dan Tidak Pula Melihat Rupa Kita

instagram.com/larasatyberkian

Serta ingatlah wahai diri, Allah itu tidak melihat kepada kedudukan ataupun jabatan kita, tidak melihat pada harta-harta yang kita miliki, dan tidak pula melihat rupa kita yang selalu dieluh-eluhkan nyaris sempurna.

Tapi Allah melihat bagaimana hati kita, seberapa besar rasa sadar kita kepada aturan-Nya, dan seberapa besar keimanan kita terhadap yang diperintahkan-Nya.

Kebaikan Hati, Kemuliaan Akhlaq, Dan Keimanan Kitalah Yang Berharga Dimata Allah

instagram.com/larasatyberkian

Lebih tepatnya lagi, Allah selalu melihat kita melalui kebaikan yang ada dihati kita, kemuliaan akhlaq, dan keimanan kita, sebab tiga hal inilah yang memang paling berharga dimata Allah.

Karena benar sekali, tidak ada gunanya harta berlimpah, kekuasaan dimana-dimana, mempunyai gelar terhormat, dan rupa nyaris sempurna, bila kepada tuhannya saja dia tidak dekat, atau bahkan tidak tahu. Na’udzubillah

Lantas Untuk Apa Penilaian Manusia Sibuk Dicari-cari, Bila Yang Memberi Kebaikan Kepada Kita Adalah Allah Azza Wajalla

instagram.com/larasatyberkian

Lantas untuk apa penilaian manusia selalu sibuk dicari-cari, sehingga segala macam cara kadang dihalalkan, sedangkan penilaian mereka hanya akan membuat kita tersesat nanti dihadapan Allah.

Lagipula, sadarilah dengan bijak bahwa yang memberi ataupun menambahkan kebaikan itu adalah Allah Azza Wajalla, lalu untuk apa penilaian manusia diperhitungkan? Ayolah jangan pendek akal, agar kita selalu dalam kebaikan dan keberkahan-Nya.