Ingat Ya, Aib Suamimu Adalah Aibmu Juga, Maka Seburuk Apapun Dia Jangan Kamu Ceritakan Kepada Siapapun

Untukmu yang saat ini tengah gisruh dengan suamimu, atau tengah tahu bahwa suamimu memiliki kekurangan, ingat ya jangan sampai kamu mengumbarnya.

Karena aib suamimu itu adalah aibmu juga, kekurangan yang ada padanya adalah kekuranganmu juga, maka seburuk apapun dia jangan kamu ceritakan siapapun.

Kamu Harus Simpan Baik-baik Keburukan Suamimu, Karena Jika Kamu Membukanya Sama Halnya Kamu Membuka Aibmu

bersamadakwah.net

Bijaklah, kamu harus simpan baik-baik keburukan suamimu, kamu harus mampu mengendalikan hatimu, karena jika kamu membukanya maka sama halnya kamu membuka aibmu sendiri.

Jangan Kamu Umbar Kekurangan Suamimu, Tutup Ia Rapat-rapat Sama Halnya Kamu Menutup Aibmu Sendiri

bersamadakwah.net

Tugasmu sebagai istri adalah menjaga kehormatan suamimu, maka saat nampak kekurangannya jangan pernah tega hati kamu mengumbarnya.

Jangan kamu umbar kekurangannya kepada orang lain, tutup ia rapat-rapat sama halnya kamu menutup aibmu sendiri.

Jika Memang Kamu Butuh Untuk Bercerita, Cukup Ceritakanlah Kepada Allah Saja Apa yang Kurang Darinya

bersamadakwah.net

Dan jika memang kamu butuh sekali untuk bercerita, maka cukupkan dirimu bercerita kepada Allah saja apa yang kurang darinya.

Tentang kesalahannya jangan kamu beberkan kepada orang-orang yang ada disekitarmu, lebih-lebih di media soasial, maka kamu harus menyimpannya rapat.

Allah yang Maha Menyempurnakan Segalanya, Maka Jangan Pernah Mengeluh Kepada Siapapun Selain-Nya

bersamadakwah.net

Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini, sama halnya dengan dirimu, maka jangan pernah kamu pendek akal membuka aibnya.

Allah yang maha menyempurnakan segalanya, maka jangan pernah mengeluh kepada siapapun selain-Nya, karena itu lebih membuatmu tenang.

Sungguh Kalian Berpasangan Ibarat Baju, Dimana Harus Selalu Saling Menutupi Celah Aib yang Ada di Badan

bersamadakwah.net

Ingat baik-baik, kalian berpasangan ibarat baju, dimana baju digunakan untuk menutupi apa yang seharusnya ditutupi, maka pandai-pandailah untuk saling menutupi celah aib yang ada pada diri masing-masing.