Ikhlaskan Atau Halalkan! Bila Kau Memang Lelaki Sejati Harusnya Kau Bijaksana Mengambil Tindakan

  • 19
    Shares

Banyak jaman sekarang kaum laki-laki yang mengaku dirinya adalah laki-laki sejati, hanya karena ia tak pernah berpaling hati dari pacarnya atau dari wanita yang dicintainya tanpa ikatan yang pasti.

Tetapi ia lupa satu hal bahwa sejati itu harusnya bukan melulu tentang berpalingnya hati, namun berpalingnya iman dari sang maha pencipta hati.

Kamu senang, kamu bangga, dan apakah kamu merasa hebat saat wanita harammu selalu memuji dengan sebutan “SETIA”?, sudah pasti kamu akan berbunga-bunga, tetapi tidak bisakah kamu berpikir bahwa kata setia yang kau sandang bisa mendatangkang bahagia Allah?

Tidak, justru Allah murka terhadapmu sebab setiamu adalah palsu, kau setia pada perintah syetan, bukan perintah-Nya. Maka, jangan dulu merasa senanglah saat dipuji setia, karena yang setia itu adalah tak pernah berpaling dari cinta-Nya sehingga cintanya bisa dirasa dengan sempurna dalam hidup ini.

Maka dari itu ikhlaskan atau halalkan? Pertanyaan itu yang harusnya menjadi penentu jalan terbaik untuk cinta sejatimu, dan bila kau memang mengaku dirimu adalah lelaki sejati maka sudah seharusnya kamu bijaksana mengambil tindakan.

Jangan Berlama-Lama Dalam Ikatan Yang Sama Sekali Tidak Allah Ridlai, Sebab Cinta Sejati Itu Memuliakan Bukan Menghinakan

wallwedding.itsmimibro.net

Jangan Berlama-lama Dalam Ikatan Yang Sama Sekali Tidak Allah Ridlai, Sebab Cinta sejati itu memuliakan bukan menghinakan.

Maka, jika memang cinta usahakan jangan hanya mencintainya dengan nafsu semata, tetapi cintailah dengan cinta-Nya agar kau cinta yang kau miliki benar-benar menjadi cinta sejati yang hakiki.

Kau Bilang Cintamu Murni Dari Hati, Tetapi Jalan Yang Kau Tempuh Menggunaakan Nafsu, Apakah Itu Yang Kau Sebut Cinta Sejati?

flickr.com

Jangan hanya mulutmu yang bilang “Cintaku murni dari hati” tetapi jalan yang kau tempuh menggunakan kemurnian nafsu, dan apakah itu yang kau sebut sebagai cinta sejati? Bukan, karena cinta sejati adalah ia yang selalu setia menjaga cinta-Nya sehingga membuat cintanya mulia.

Dan ingatlah secara bijaksana bahwa cinta itu fitrah, maka jangan kau ubah kefitrahan tersebut menjadi sebuah musibah diantara kau dan dirinya, hanya karena tidak tahunya dirimu menjaga cinta yang ada lewat jalan yang diridlai Allah.

Cinta Sejati Adalah Cinta Yang Hakiki, Yaitu Hak Merujuk Keridlaan Sang Maha Pemberi Cinta

awyimam.blogspot.co.id

Cinta sejati adalah cinta yang hakiki, yaitu hak merujuk keridlaaan sang maha pemberi cinta. Jadi, saat dirimu benar mencintai maka bertindaklah sewajarnya menurut perintah Allah yang sudah dikemas mulia dalam syari’at islam.

Jika memang cinta maka nikahi, bukan pacari, sebab cinta yang sesungguhnya itu adalah melindungi dengan jalan yang pasti, bukan mengingkari dengan jalan yang ngeri. Kok ngeri sih? Sebab jalan pacaran adalah jalan yang akan mennyengasarakan pemiliknya kelak dihari akhir.

Kau Mengaku Bahwa Dirimu Adalah Lelaki Sejati Hanya Karena Kau Selalu Menjaga Hati Untuknya Seorang, Padahal Sejati Sebenarnya Adalah Menjaga Hati Untuk-Nya

nelyafifi.com

Kau mengaku bahwa dirimu adalah lelaki sejati hanya karena kau selalu menjaga hati untuknya seorang, padahal sejati sebenarnya adalah menjaga hati untuk-Nya sehingga yang menyanding adalah kasih sayang yang datang dari-Nya, bukan dari syetan.

Ah, mengaku sejati tapi yang ditempuh masih jalan yang haram. Ingatlah secara bijak, sejati mencinta itu bukan hanya melulu soal hati, karena sejati mencinta itu adalah saat kau mampu berkata “Qabiltu” dalam akad pernikahan, buakan hanya mengajaknya terjatuh dalam ikatan yang tak pasti.

Tegaslah Pada Dirimu Sendiri, Bila Kau Memang Mengaku Lelaki Sejati, Sebab Lelaki Sejati Itu Banyak Bertindak Dan Sedikit Berjanji, Apalagi Hanya Bermanis Ria Dimulut Tak Berarti

muslimminang.wordpress.com

Oleh karena itu, tegaslah pada dirimu sendiri wahai lelaki, bila kau memang mengaku dirimu adalah lelaki sejati. Sebab, lelaki sejati itu tak banyak berbicara sesuatu yang hanya bualan, dan tak hanya sibuk berjanji, namun banyak bertindak.

Maka, jangan hanya pandai meyakinkan wanita yang kamu cintai dengan indahnya kata-kata, apalagi hanya bermanis ria dimulut tak berarti.