Ibu, Menantumu Masih Belajar Menjadi Istri, Jadi Jangan Terus Permasalahkan Kekurangannya

Untukmu para mertua, jangan selalu mengeluhkan apa yang menantumu lakukan, jika memang tidak cocok dengan pikiranmu, keinginanmu, maka lebih banyaklah bersabar.

Kenapa? dia itu berbeda denganmu, mungkin konsep yang dia pakai dalam membangun kehidupan barunya dengan anakmu berbeda, dan kamu sebagai orang tua jangan egois.

Dan ibu harus ingat, dia menantumu masih belajar menjadi istri, tanggung jawabnya masih baru ia jalani, jadi jangan terus permasalahkan kekurangan dan kesalahannya.

Jangan Bandingkan Pengalamanmu yang Sudah Beberapa Tahun Dengannya yang Masih Baru Memulai Perannya Menjadi Istri

instagram.com/nadiaalqadrie_

Intinya jangan bandingkan pengalaman yang sudah beberapa tahun dengannya yang masih baru memulai perannya menjadi istri, jangan bandingkan apa yang sudah kamu lalui dengan dia yang masih baru mau lalui.

Memang Begitulah Kehidupan Baru, Semua Memang Butuh Proses, dan Butuh Selalu Belajar

instagram.com/nadiaalqadrie_

Sebab memang begitulah kehidupan baru, memang begitu awal-awal pernikahan, dia masih belajar mengenal peran-prannya, cara-caranya, dan pastinya semua itu butuh proses.

Tugasmu Sebagai Orang Tua Bukan Hanya Dengan Mengeluh dan Menegur, Tapi Pastikan Kamu Menasehati Dengan Sabar

instagram.com/nadiaalqadrie_

Lalu tugasmu sebagai orang tua bukan hanya dengan mengeluh dan menegur, jangan hanya merasa kesal dan menggunjingkannya, tapi pastikan kamu menasehati dengan sabar.

Apalagi Background di Keluarganya Selama Ini Mungkin Berbeda Denganmu, Maka Kamu Harus Paham yang Demikian

instagram.com/nadiaalqadrie_

Apalagi background di keluarganya selama ini mungkin memang berbeda denganmu, apa yang dilihat dari ibunya dalam mengurus rumahnya berbeda denganmu, maka kamu pun harus paham yang demikian.

Jangan Anggap Dia Menantumu, Tapi Anggaplah Dia Anakmu Sendiri, Maka Pastikan Kamu Bersabar

instagram.com/nadiaalqadrie_

Karenanya, agar kamu selalu legowo dengan apa yang dia lakukan, jangan anggap dia mennatumu, tapi anggaplah dia anakmu sendiri, sebab dengan demikian insyaallah kamu dapat bersabar.