Hikmah Bertemu orang Berbuat Maksiat Itu Agar Kamu Mengajak Pada Kebaikan, Bukan malah Merasa Paling Baik

  • 3
    Shares

Tidak sedikit dari kita yang kadang merasa jengkel saat melihat orang lain melakukan kemaksiatan, menyimpang dari aturan Allah, bahkan sangat tidak pantas perbuatannya.

Tetapi untuk apa kita jengkel? Toh apa keslahannya urusan Allah bukan urusan kita. Lantas tugas kita apa? Yaitu mengajaknya pada kebaikan, bukan mengejek.

Karena hikmah bertemu orang yang berbuat maksiat itu sebenarnya agar kita bisa mengajak dan mendoakannya yang baik-baik, bukan malah merasa diri paling baik.

Berhentilah Men-Judge Seseorang yang Berbuat Maksiat, Tapi Ajaklah Dia Kembali Pada Jalan yang Benar

arrahman.com

Maka berhentilah kita men-judge seseorang yang berbuat maksiat, jangan menghinanya, apalagi sampai mengkotori hati dengan kebencian yang sangat kepadanya.

Ingat, yang harus tidak kita sukai adalah perbuatannya, bukan orangnya. Maka, ajaklah dia kembali pada jalan yang benar, bukan malah menjauhinya karena merasa jijik.

Jika Tidak Bisa Mengajak Pada Kebaikan, Maka Usahakan Hati Kamu Lunak Untuk Mendoakannya yang Baik-baik

dream.co.id

Namun, jika memang kamu tidak bisa mengajaknya pada kebaikan, usahakanlah kamu tetap bijak dengan mendoakannya yang baik-baik.

Jangan menyumpah sarapahi, ingatlah bahwa penglihatan Allah itu lebih sempurna dari penglihatanmu. Dan penilaian Allah itu lebih bijaksana dari penilaianmu.

Jangan Menghinanya, Sungguh Saat Ini Dia Lagi Tersesat, dan Allah Sebenarnya Memberimu Kode Untuk Membantunya

instagram.com/muslimahindonesiaid

Intinya, seberapa besar dosa yang telah dilakukan orang lain, tetap kendalikan hatimu untuk tidak pernah menghakimi.

Sungguh saat ini dia lagi tersesat dalam jalan yang salah, dan Allah sebenarnya memberimu kode untuk membantunya, maka jadikan pertemuanmu dengannya sebagai jalan kebaikan untuk mendapat ridho-Nya.

Ajarkan Hatimu Untuk Berbijaksana, Jangan Menghujat dan Jangan Membenci. Karena Sebenarnya Dia Lebih Butuh Kasih Sayangmu

instagram.com/muslimahindonesiaid

Jadi ajarkan hatimu untuk berbijaksana, jangan menghujat dan jangan pula membenci, karena sebenarnya yang dia butuhkan adalah kasih sayangmu, bukan penghakiman kejimu.

Oleh sebab itu, jangan pernah merasa diri telah lebih baik dan paling suci, karena bagaimanapun tidak ada yang tahu bagaimana hidup kita esok hari.

Jangan Merasa Diri Kitalah yang Paling Baik, Karena Belum Tentu Di Hari Esok Dia Akan Tetap Berada Pada Kemaksiatan yang Sama

dream.co.id

Bisa jadi dia yang kamu anggap ahli maksiat hari esok akan menjadi ahli taubat. Sedangkan kamu yang merasa ahli taubat menjadi ahli maksiat. Na’udzubillah

Karenanya, jangan merasa diri kitalah yang paling baik, sebab belum tentu di hari esok dia akan tetap berada pada kemaksiatan yang sama, dan kita berada pada kebaikan yang sama.

Ketahuilah, sangatlah gampang bagi Allah memberinya hidayah untuk berubah baik, tapi Allah belum memberinya agar kamu memiliki kesempatan untuk berbuat baik dengan menunjukkan jalan yang baik kepadanya.