Biasanya Orang yang Pernah Patah Hati Tingkat Selektifnya Dalam Memilih Pasangan Otomatis Naik, Mengapa?

  • 2.5K
    Shares

Metos atau fakta, biasanya seseorang yang pernah patah hati, disakiti, dikhianati, atau ditinggalin dengan alasan yang belum jelas maka levelnya untuk calon pendamping otomatis naik, benarkah?

Benar, karena perasaan takut jatuh kedua kalinya pada keadaan yang sama akan selalu terngiang dalam benaknya, sehingga lebih berhati-hati dan selektif pun selalu ia lakukan.

Kalau Dulu Aku Terima Kamu Apa Adanya, Tapi Sekarang Agama dan Akhlaqnya Gimana?

instagram.com/golovkova.s

Jikalau dulu seseorang hanya berkata “aku terima kamu apa adanya”, maka setelah tahu rasanya disakiti dengan sikap dan perilakunya yang tidak tahu diri, pasti untuk yang kedua kalinya dia akan bertanya “agama dan akhaqnya gimana?”.

Dan kenapa harus akhlaq dan agama yang menjadi pertanyaan pertamanya? karena nyatanya kalimat aku terima kamu apa adanya tak benar-benar menjaminnya dalam kebaikan cinta yang nyata, bila pada dasarnya dia tidaka memiliki akhlaq dan agama yang baik.

Jika Dulu Berkata “Jalan Aja Dulu”, Tapi Sekarang “Kalau Mau Main-main Jangan ke Aku”

instagram.com/golovkova.s

Ada juga yang dulu ketika belum merasakan pedihnya patah hati memulai hubungan dengan kalimat “jalan saja dulu”, maka pasti untuk sekarang dia akan berkata “kalau hanya mau main-main jangan ke aku”.

Mengapa seserius itu kalimatnya? karena dia sadar memulai rasa nyaman dalam cinta itu tidak cukup hanya dengan asal nyaman asal cinta, tapi butuh yang namanya kepastian dan komitmen yang nyata.

Jika Dulu Asal Tampan Oke, Tapi Sekarang Asal Baik, Bisa Setia, dan Mampu Bertanggung Jawab

instagram.com/golovkova.s

Jika dulu yang menjadi alasannya memilih adalah tampang oke atau kebaikan fisik, maka setelah tahu rasanya patah hati pasti yang dia cari asal baik, bisa setia, dan mampu bertanggung jawab.

Lebih tepatnya, tampang biasa saja asal hati bisa diajak setia okelah tidak apa-apa, karena yang penting bisa diajak berkomitmen.

Jika Dulu Asal Mapan Oke Sajalah, Tapi Sekarang Mapan Tak Ada Gunanya Bila Tak Perhatian dan Sering Jelalatan

instagram.com/golovkova.s

Jika dulu yang dicari adalah yang mapan lalu bilang bilang oke sajalah, maka saat tahu perihnya dikhianati pasti yang dicari bukan lagi yang mapan dan berharta, tapi yang bisa megang janji, yang tidak jelalatan, dan yang mampu perhatian.

Karena seseorang yang sadar bahwa cinta itu tidak cukup hanya dengan menyenangkan mata, tentu dia akan lebih berhati-hati untuk tak gelap mata lagi untuk kesekian kalinya.

Jika Dulu yang Berpendidikan Bikin Mata Melek, Tapi Sekarang yang Penting Ilmunya Dipakek, Udah Gitu Aja!

instagram.com/golovkova.s

Dan jika dulu seseorang memilih jatuh cinta karena pendidikannya yang tinggi, atau gelarnya yang istimewa, maka saat setelah disakiti dengan cara yang tidak sepantasnya pasti akhirnya dia akan berkata “yang penting ilmunya dipakek, udah gitu aja!”.

Karena pastinya dia sadar bahwa gelar dan pendidikan tinggi jika hanya dimiliki tapi tidak dipakai dengan baik dan bijaksana, tentu hanya akan menjadi boemerang dalam hidupnya.

Sebab itu pula mengapa dikatakan seseorang harus tahu rasanya patah hati dulu agar bisa bijaksana dalam mencari, memilih, dan memutuskan siapa yang benar-benar dia butuhkan dalam hidupnya.