6 Kebiasaan Buruk Suami-Istri yang Membuat Pernikahan Ditikung Orang Ketiga

Hidup akan semakin bahagia, jiwa akan semakin tenang jika kita memiliki pemikiran yang positif dan selalu berbaik sangka. Akan tetapi untuk memiliki pemikiran yang seperti itu bukanlah perkara mudah.

Ketika orang ketiga masuk dan merusak rumah tangga jutsru kita langsung memiliki pikiran negatif bahwa orang ketigalah yang selalu salah tanpa mau intopeksi diri terlebih dahulu.

Padahal bisa jadi penyebab adanya orang ketiga adalah kebiasaan buruk yang dilakukan oleh pasangan suami-istri yang tanpa disadari.

1. Kurang Komunikasi
Pasangan suami-istri yang tetap merasa hangat, nyaman dan dekat adalah pasangan yang saling menjaga komunikasi dengan baik.

Karena pasangan yang terlalu abai, tidak menjalin komunikasi secara inten justru membuka peluang orang ketika hadir didalam hubungannya.

Tentu akan berpaling ketika yang baru bisa memberikan lebih nyaman sedangkan pasangannya sendiri tidak pernah menanyakan hal-hal sepele dan tidak pernah mengobrol dengannya.

2. Terlalu Mementingkan Sahabat
Pasanganmu adalah prioritasmu, ketika kamu terlalu mementingkan sahabatmu tentu pasanganmu akan merasa diabaikan bahkan merasa iri dan membutuhkan perhatian darimu.

Saat ada orang lain yang memberikan perhatian lebih, meski awalnya tidak ada niatan untuk selingkuh ia pun bisa luluh dan merasa nyaman dengan orang yang baru.

3. Suka Mengumbar Masalah di Media Sosial
Ketika sudah merasa diabaikan, tidak memiliki komunikasi yang baik, tidak mendapatkan perhatian dari pasangan akan membuat pasangan curhat di media sosial.

Sehingga akan ada banyak yang sok simpati, mengambil celah dan peluang sehingga ia bisa berpaling.

4. Lebih Curhat Kepada Orang Lain Dari Pada Pasangan Sendiri
Hubungan yang baik adalah ketika kamu merasa nyaman saat curhat segala hal dan masalah apapun kepadanya.

Jika pasanganmu lebih nyaman curhat masalahnya kepada orang lain sedangkan pasangannya tidak pernah menanyakan dan tidak pernah curhat masalah apapun, maka bersiaplah pernikahannya akan mudah didekati orang ketiga.

5. Ketika Ada Masalah Tidak Diselesaikan Dengan Tuntas
Ketika sudah menikah akan menghadapi berbagai masalah, ketika ada masalah harus diselesaikan secara tuntas. Jika tidak maka akan memendam hal buruk dalam jangka waktu lama.

Bisa jadi akan merasa dendam kepada pasangannya, sudah tidak merasa nyaman, ketika ada orang baru datang bisa membuat nyaman tentu akan berpaling.

6. Berhenti Berjuang Karena Merasa Sudah Mendapatkan
Meski sudah menikah tidak menjalin dia tetap bersikap baik seperti sebelum melangsungkan pernikahan. Banyak pasangan suami-sitri bercerai disebabkan sifat aslinya terbongkar.

Ia marasa perjuangannya sudah ia lakukan sebelum memiliki dan menikah, sehingga ketika sudah menikah ia berhenti membuat pasangannya bahagia.