5 Alasan Kamu Tak Boleh Menangisi Kepergian Mantan Karena Selingkuh

idntimes.com

Selalu ada kebaikan dibalik setiap keburukan yang terjadi. Meskipun tidak mudah, namun kita tidak boleh fokus pada rasa sakit yang akan kita dapatkan melainkan lihat dari sisi baiknya yang akan kamu dapatkan agar tidak terlalu menyedihkan.

Yang pergi tak perlu diratapi apalagi jika kesalahannya karena diselingkuhi. Berikut 5

1. Masih Ada Cinta yang Lebih Tepat
Jangan terlalu galau dan bersedih, meskipun untuk menyembuhkan luka dan membuat kita merasa baik-baik saja memang tidak mudah namun kamu harus tetap kuat dan percaya bahwa setelah ini pasti ada cinta yang jauh lebih tepat menantimu.

Percayalah ini bukan salahmu, bukan juga kamu tidak berarti, justru karena kamu sangat berarti sehingga dikhianati sebab ingin diganti dengan cinta yang lebih tepat.

2. Percaya Bahwa Hatimu lebih Kuat dari yang Kamu Tahu
Kamu tidak pernah tahu bahwa hatimu kuat lebih dari yang kamu kira. Kamu tegar maka jangan sepelehkan dirimu sendiri. Dari capek-capek mikiran dia berlarut-larut lebih baik kuatkan mentalmu, tata hatimu kembali bahwa semua akan baik-baik saja.

3. Kebahagiaanmu Tidak Bergantung Pada Satu Orang
Jangan sedih, kamu tidak sendiri dan kebahagiaanmu bukan hanya dia saja. Masih banyak kebahagiaan yang luar biasa diluar sana.

Dunia memang terasa runtuh ketika kehilangan orang yang dicintai, namun satu hal yang pasti bahwa kebahagiaanmu bukan hanya dia saja. Tunggu saja kelak pasti akan datang seseorang yang membuatmu bahagia hingga lupa bahwa pernah terluka.

4. Hidupmu Terlalu Berharga Untuk Meratapi Kepergiannya
Kesalahan yang fatal dari sebuah kehilangan adalah tidak menganggap dirinya berharga dan menganggap yang pergi dan menyakiti adalah sesuatu yang sangat berharga.

5. Yang Kamu Tangisi Bisa Saja Sedang Bahagia
Jangan terlalu lama nangisnya, ingat bisa jadi dia yang kamu tangisi sedang bahagia dan tidak mengingatmu sama sekali. Coba bayangkan dia sedang bahagia dan kamu menangis sesegukan mikiran dia, tentu hal ini akan membuatmu berpikir dua kali untuk nangisin dia.