Wanita, Belajarlah Untuk Menghargai Apa Yang Dijaga Orang Lain, Hatinya, Perasaannya, Dan Rahasianya

  • 3.8K
    Shares

Wanita, belajarlah untuk selalu menghargai dan menghormati apa-apa yang dijaga orang lain, seperti hatinya, perasaannya, dan rahasianya.

Wanita harus selalu pandai menjaga diri, terutama mulut, jangan membuat orang lain sedih hanya karena ketidak pandaian kita dalam mengendalikan diri, hati, pikiran dan ucapan, sehingga dengan lepasnya mengabarkan pada dunia tentang apa-apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Sebab, tak sedikit dari kita yang ketika dipercaya memegang sebuah rahasia, tetapi berkhianat dan mengabarkan pada orang lain tentang rahasia yang dipercayakan tadi, sehingga apa? Sehingga tanpa sadar kita telah sangat menyakiti dia yang memiliki rahasia.

Iya, hal yang paling menyakitkan dalam hidup kita adalah ketika kita percaya sepenuhnya, namun yang dipercayai malah berkhianat sepenuhnya, dia hanya bermanis muka saat ada didepan kita, namun ketika sudah jauh dari pandangan mata, ia malah dengan hebatnya ngegosip dan bahkan membolak-balikkan fakta.

Cobalah Untuk Menjaga Sikap Dan Perilaku Dengan Terus Menghargai Dan Menghormati Privasi Orang Lain, Meski Kita Sangat Ingin Bertanya Dan Mengetahuinya

muslimah.co.id

Oleh karena itu, wanita harus mencoba dan belajar untuk selalu menjaga sikap dan perilakunya dengan terus menghargai dan menghormati privasi orang lain.

Meski kita sangatlah ingin bertanya dan mengetahuinya ketika seseorang itu mempunyai suatu rahasia. Jangan sampai kita kepo dan dari kekepoan kita sangat amatlah besar itu timbullah ssesuatu yang menyakitkan pada hatinya.

Berusahalah Untuk Tidak Merusak Penjagaan Hati Orang Lain, Dengan Terus Mengendalikan Hati Dan Pikiran Kita

percikaniman.id

Berusahlah untuk tidak merusak penjagaan hati orang lain, dengan terus mengendalikan hati dan pikiran kita. Mengapa harus hati dan pikiran yang harus dikendalikan? Karena melalui hati dan pikiran yang terjaga sudah tentu sikap dan perilaku kita takkan seadanya.

Kita akan tentu selalu menjaga ucapan kita, karena dalam mejaga rahasia orang lain adalah teguhnya penjagaan mulut, dan apabila hati dan pikiran sudah dijaga dengan bijaksana, maka sudah tentu mulutpun tidak akan terbuka sembarangan, serta takkan berucap semaunya yang sekiranya merusak ketenangan hati orang lain.

Jangan Membiasakan Diri Mengungkap Apa Yang Selama Ini Dijaga Erat-Erat Sebagai Rahasia Oleh Orang Lain

wajibbaca.com

Jangan membiasakan diri mengungkap apa yang selama ini dijaga erat-erat sebagai rahasia oleh seseorang, karena biasanya sifat lupa dan seenaknya pikiran perempuan selalu menjadikan rahasia oarang lain bocor dan menjadi konsumsi public.

Menagapa hanya perempuan yang hanya diwanti-wanti? Sebab perempuan sangatlah asyik apabila bertutur kata, sehingga saking asyiknya ia lupa membuka sesuatu yang seharusnya tidak boleh ia ceritakan.

Ingatlah! Jangan Mengusik Ketenangan Orang Lain, Dengan Ketidak Bisaan Kita Berbijaksana Dalam Berucap

ruangmuslimah.co

Ingatlah! Jangan mengusik ketenangan orang lain, dengan ketidak bisaan kita berbijaksana dalam berucap, sebab itulah mengapa sebagai perempuan kita harus selalu mencoba dan selalu belajar untuk menjaga hati, pikiran, dan mulut.

Agar apa? Agar saat dipercaya untuk menjaga rahasia orang lain kita tidak kelabakan membuka lewat ucapan kita yang ceplas-ceplos karena terlalu asyiknya bercanda ataupun bercerita, sebab wanita ini pelupa dan identik dengan gemar bercerita.

Sebab, Tidak Ada Hak Sama Sekali Bagi Kita Untuk Mengungkapnya, Kemudian Menjadikannya Sebagai Sebuah Perbincangan Dan Candaan

satumedia.com

Sebab, tidak ada hak sama sekali bagi kita untuk mengungkapnya, kemudian menjadikannya sebagai sebuah perbincangan dan candaan. Rahasia orang lain harus kita jaga selayaknya rahasia kita sendiri, mengapa?

Karena saat ia berani membuka rahasianya kepada kita hal itu membuktikan bahwa ia sangatlah percaya kepada kita, dan sangatlah menyakitkan bukan, saat kita malah berkhianat mencritakannya pada orang lain.

Cobalah berpikir bijak saat kita mengetahui rahasia orang lain, dengan membandingkan hatinya dengan hati kita sendiri, agar saat kita ingin menceritakannya pada orang lain ada pengendali dalam hati.

Maka dari itu saat dipercaya untuk memegang sebuah rahasia, upayakan untuk selalu menjaga hati dan perasaan sang pemilik rahasia.