Salah Satu Tugas Orang Tua Memilihkan Jodoh yang Baik Untuk Anaknya, Bukan Menekan Anaknya Segera Berjodoh

  • 1.4K
    Shares

Sebagai orang tua kita harus pahami tugas dan tanggung jawab kita kepada anak-anak kita dengan baik dan benar, jangan hanya separuh-separuh karena nanti dihadapan Allah kita akan dimintai pertanggung jawaban.

Termasuk dalam hal memilihkan jodoh, tugas kitalah ikut andil dalam mengambil kesepakatan saat anak telah menyodorkan beberapa pilihan sebagai calonnya.

Atau memang jika memang belum ada jodoh, kita pula harusnya yang mencarikan untuknya jodoh yang baik. Tapi ingat jangan memaksa, bicaralah dari hati ke hati alasan yang ada dalam benak kita.

Namun, bagaimana jika sang anak belum juga berjodoh padahal udah berumur? Iya itu juga tugas kita sebagai orang tua, bersilaturrahim mencarikannya jodoh, bukan malah menekannya berjodoh hingga sang anak berbuat dosa. Nau’dzubillah

Tak Sedikit Orang Tua Kadang Egois Kepada Anaknya, Mendesak Segera Berjodoh Tanpa Melihat Kondisi Sebenarnya Sang Anak

Ketika Hati Harus Memilih via youtube

Karena nyatanya tak sedikit orang tua yang kadang snagat egois kepada anaknya, mendesak segera berjodoh tanpa melihat kondisi sebenarnya sang anak seperti apa.

Apalagi saat orang lain selalu bertanya “kapan nikah anaknya, kapan dapet menantu”, nah yang seperti ini kadang membuat orang tua merasa terusik dan gegabah merasa kesal, padahal jodoh itu sudah diatur dengan sangat sempurna oleh Allah.

Orang Tua Kadang Lebih Memikirkan Perasaan Orang Lain Yang Nyinyir, Ketimbang Perasaan Anaknya Sendiri

Ketika Hati Harus Memilih via yotube

Anehnya lagi kadang orang tua lebih memikirkan perasaan orang lain yang sering nyinyir padanya, ketimbang perasaan anaknya sendiri.

Lagipula untuk apa terusik dengan pertanyaan bodoh orang lain, yang penting anak kita tidak melanggar aturan Allah meski masih belum dapat jodoh, yang penting anak kita masih dalam ketaatan.

Disaat Kekhawatiran Tentang Jodoh Datang Melanda Sang Anak, Harusnya Orang Tualah Yang Berperan Untuk Menenangkan

Ketika Hati Harus Memilih via youtube

Oleh karenanya, mulai sekarang kita sebagai orang tua harusnya jangan sempit akal hanya sebab adanya pertanyaan tak berkelas dari tetangga atau keluarga lainnya.

Yang harus kita lihat adalah anak kita, karena disaat kekhawatiran tentang jodoh datang melanda sang anak, yang seharusnya menjadi menenang adalah orang tua, berilah dia pemahaman yang baik-baik, jangan sampai dia bersedih.

Orang Tua Harusnya Menjadi Sandaran Terkuat Saat Keputus Asaan Mulai Melanda Hati, Bukan Malah Semakin Menekan Sang Anak

Ketika Hati Harus Memilih via youtube

Orang tua harusnya menjadi sandaran terkuat saat keputus asaan mulai melanda hati sang anak, bukan malah semakin menekan sang anak agar segera berjodoh.

Sungguh kita akan dosa besar, disaat desakan kita kepada anak menjadikannya megambil jalan yang salah, jalan yang Allah benci, seperti menggoda atau merebut suami orang misalnya. Na’udzubillah

Lagipula Para Orang Tua Haruslah Sadar, Bahwasannya Tugasnyalah Mencarikan Jodoh Terbaik Untuk Anaknya

Ketika Hati Harus Memilih via youtube

Karena harusnya para orang tua sadar, bahwasannya tugasnya bukan hanya membimbingnya, mengarahkannya, dan membekalilinya dengan ilmu agama, tapi menghantarkan pula pada jodoh yang baik.

Jadi, jika memang sangat ingin orang tua melihat anaknya berjodoh, carikanlah dia jodoh yang baik, sembarilah beri dia pemahaman yang baik. Bukan hanya menekannya untuk segera berjodoh dengan omelan yang tak karuan.