Pernikahan Bukan Hanya Tentang Menyatukan Dua Insan Berbeda, Tapi Juga Menyatukan Dua Keluarga Berbeda

  • 5K
    Shares

Pernikahan adalah suatu ikatan yang menyatukan dua keluarga besar yang mungkin berbeda suku, kultur dan budaya serta pola asuh yang diterapkan pada masing-masing keluarga.

Tentu saja tidak mudah merubah karakter yang telah melekat pada pasangan hidup kita. Oleh karena itu, kita harus memahami dan mengenali lebih jauh tentang pasangan hidup kita.

Bila ada kekurangan pada pasangan kita, hendaknya kita bersabar dan berusaha melengkapinya, karena tidak ada manusia yang sempurna, setiap manusia pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan.

Kita tidak boleh sekali-kali membandingkan pasangan hidup kita dengan pasangan hidup teman kita. Kita harus bisa menerima apa adanya pasangan hidup kita, kelebihan dan kekurangannya, begitu juga pasangan kita akan menerima kekurangan dan kelebihan kita.

Dengan begitu, tidak akan terbuka celah untuk terjadinya suatu perceraian, sebab bila terjadi perceraian belum tentu kita akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dari sebelumnya.

Tidak Usah Merasa Menyesal Ataupun Marah Jika Pasangan Anda Berbeda Pendapat Suatu Waktu

muvila.com

Perbedaan dalam suatu hubungan rumah tangga itu bukan sesuatu yang asing lagi, sebab keduanya memang terhias oleh ego yang berbeda. Maka tak usah merasa menyesal ataupun marah saat menemui pasangan berbeda pendapatnya suatu waktu dengan kita.

Karena terkadang tak sedikit dari kita merasa bersungut-sungut saat perbedaan itu tiba-tiba muncul, padahal keluarga yang harmonis itu bukan bebas dari problema hidup yang disebut perbedaan, malah justru kadang sebaliknya, namun diantara kedunaya mampu menyikapinya dengan bijak dan sabar.

Berbijaklah Dalam Menanggapi Perbedaannya, Jangan Sampai Ditanganni Dengan Emosi

zonaoke.com

Maka berbijaklah dalam menanggapi perbedaannya, jangan sampai ditangani dengan saling emosi. Sebab jika sampai demikian, setan akan dengan riang untuk terus menggoda, hingga masalah yang tadinya hanya kecil berubah menjadi besar. Dan saat semuanya semakin rumit, bisa saja kita jenuh dengan hubungan yang sudah tak tercipta sedikitpun kedamaian.

Tanyakan Padanya Tentang Alasannya, Jika Memang Itu Salah Menurut Syariat Islam Maka Arahkanlah Dengan Lemah Lembut

www.bintang.com

Untuk solusi tepatnya agar perbedaan diantara kita dan pasangan adalah kita harus mengambil langkah dengan berusaha untuk mengalah, tanyakan padanya tentang segala alasan yang membuatnya jalan berbeda.

Jika memang pada akhirnya alasan yang ia utarakan salah menurut syariat islam, maka arahkanlah dengan lemah lembut. Nasehati ia dengan bahasa yang baik, karena wanita akan merasa tersakiti jika kamu serta merta menyalahkannya.

Dan begitu juga bagi seorang wanita, jika kamu menemukan perbedaan didiri suamimu maka tegurlah ia dengan kasih sayang, bukan dengan bahasa yang seakan-akan menjatuhkannya. Karena seorang suami akan sangat tidak terima jika istrimu serta merta mengatainya dengan bahasa yang kasar, seolah-olah tidak ada rasa penghormatan.

Perbedaan Itu Wajar, Sebab Diantara Suami Istri Memang Tercipta Dari Dua Karakter Keluarga Yang Berbeda

plus.google.com

Perbedaan itu wajar, sebab diantara suami dan istri memang tercipta dari dua kultur budaya yang berbeda. Didalam dirinya sudah terbentuk karakter yang berbeda pula, maka saat menemukan sesuatu yang dianggap nyeleneh oleh akal, kita tidak boleh langsung memvonisnya dengan semena-mena. Karena memang butuh waktu untuk menyelaraskan perbedaan keduanya, agar tercipta suatu tujuan hidup yang baru dan juga lebih baik.

Jangan Putus Asa Ataupun Menyerah Dengan Begitu Saja, Karena Rumah Tangga Yang Bahagia Itu Bukan Tak Pernah Ada Perbedaan

lampung.tribunnews.com

Jangan putus asa taupun menyerah dengan begitu saja saat semuanya sekan-akan begitu sulit, karena rumah tangga yang bahagia itu bukan yang tak pernah dihinggapi dengan yang namanya perbedaan.

Tetapi saat hubungan yang dibangun dari berbagai perbedaan, namun keduanya mampu menyelaraskannya dengan pengetahuan dan tanggung jawabnya masing-masing.