Pastikan Kamu Merasakan Dulu Ucapanmu Sebelum Kamu Mengeluarkannya Untuk Orang Lain

  • 2.1K
    Shares

Banyak hal yang harus kita pelajari dalam hidup ini, terutama tentang sopan santun dan akhalq mulia, agar apa? Agar kita hidup tak sekedar hidup, namun pula menjadi manfaat untuk orang lain.

Dan berbicara tentang belajar akhlaq, maka sudah tentu yang ada didalamnya adalah membahas tentang sikap dan perilaku diri, ntah itu terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.

Terutama tentang menjaga sikap apabila hendak berbicara, karena satu-satunya masalah wanita sebagian besarnya terletak pada sebuah omongan.

Mengapa harus omongan? Karena wanita pada dasarnya gemar bercerita, oleh karenanya pandailah untuk menjaga lisan, pastikan kamu merasakan dulu ucapanmu sebelum kamu mengeluarkannya untuk orang lain.

Agar apa-apa yang kamu ucapkan tidak membuat bekas luka perih pada hati yang mendengarnya, hanya karena ketidak tahunya kamu dalam berakhlaq mulia.

Jangan Sembarangan Berucap, Karena Walau Satu Kalimat Yang Diucapkan Tapi Menyakitkan, Maka Akan Mengundang Malapetaka Bagi Yang Mendengarnya

youtube.com

Maka, gemarilah untuk berpikir sebelum berkata pada orang lain, jangan sembarangan berucap, karena walau satu kalimat yang diucapkan apabila hal itu adalah kalimat yang menyakitkan, maka akan mengundang malapetaka bagi yang mendengarnya dan juga bagi dirimu.

Mengapa? Karena ucapan yang menyakitkan sudah pasti akan membuat hati yang mendengarnya merasa sakit, dan bagimu sudah tentu ia akan menjadikanmu hina dihadapan Allah dan juga dihadapan orang lain.

Sebab dengan sikapmu yang demikian maka orang lain akan memvonismu dengan sesuatu yang buruk.

Ucapanmu Yang Buruk Ibarat Sebuah Pedang Bagi Hati Orang Lain, Karena Apabila Menyentuh Hati, Maka Sulit Disembuhkan

youtube.com

Ucapanmu yang buruk ibarat sebuah pedang bagi hati orang lain, karena apabila menyentuh hatinya, dan sampai meninggalkan goresan luka, maka sudah pasti sampai kapanpun bekas goresan itu takkan pernah sembuh.

Sebab itulah mengapa kita dianjurkan untuk merasakan dulu ucapan yang hendak kita lontarkan pada orang lain dengan penuh kebijaksanan hati yang mendalam, agar tak menjadi luka pada hati yang mendengarnya.

Luka Hati Karena Ucapan Sampai Kapanpun Takkan Hilang, Karena Terkadang Kata “Maaf” Belum Tentu Menjadi Obatnya

youtube.com

Karena yang namanya luka hati karena tajamnya sebuah ucapan, sampai kapanpun takkan hilang, karena terkadang kata “Maaf” saja belum tentu menjadi obatnya.

Dan bukan hanya itu, bisa jadi ucapan buruk yang kita lontarkan akan membawa kebencian yang mendalam, sehingga akhirnya timbullah permusuhan akibat dendam yang membara.

Berhati-Hatilah Menjaga Lisan, Jangan Sampai Seenaknya Berucap Yang Menyakitkan Pada Orang Lain

youtube.com

Maka, berhati-hatilah menjaga lisan, jangan sampai seenaknya berucap yang menyakitkan pada orang lain. Sebab, sesabar-sabarnya seseorang bila sudah tersakiti oleh ucapan yang buruk, maka yang namanya nyeri dihati itu akan tetap ia rasakan, dan sampai kapanpun hal itu akan menjadi bekas.

Meski bekasnya tidak dihati, tapi tetap saja ia akan mengingatnya diotak, karena biasanya seseorang hanya mengingat walau sudah tak terasa sakit lagi dihati.

Berbijaklah Untuk Berpikir Sejenak Sebelum Berucap, Jika Yang Hendak Kamu Ucapkan Dirasa Menyakiti Hati, Maka Jangan Teruskan Walau Hal Itu Hanya Sebuah Candaan Belaka

youtube.com

Oleh karenanya, berbijaklah untuk selalu berpikir sejenak sebelum kita benar-benar ingin mengeluarkan niat kita untuk berkata sesuatu pada orang lain.

Dan jika yang hendak kita ucapkan dirasa menyakiti hati apabila dibayangkan, maka jangan teruskan walau hal itu hanyalah sebuah candaan belaka, karena memang lebih baik mencegah daripada mengobati, sebab bila sudah terlanjur menyakiti, diobati seperti apapun takkan cepat kembali pulih.