Mawaddah Dalam Rumah Tangga Tercipta Saat Suami Dan Istri Saling Menguatkan Bukan Saling Menunjukkan Kesempurnaan

  • 656
    Shares

Ketika menjalin sebuah pernikahan kebayanyakan yang menjadi penunjang utamanya adalah sebuah cinta, tetapi cinta saja sebenarnya tidak cukup untuk mengawal pernikahan akan tetap baik-baik saja hingga nanti.

Rumah tangga akan selalu berbuah kebahagiaan dengan yang namanya cinta kasih saat keduanya mampu bersifat mawaddah, yaitu saling menjaga dalam kebaikan.

Dan mawaddah itu sendiri akan hadir dalam rumah tangga ibarat poros kehidupan saat suami dan istri mampu saling menguatkan, bukan saling menunjukkan.

Hal ini membuktikan bahwa rumah tangga itu akan selalu menumbuhkan cinta yang hakiki, saat keduanya mampu saling melengkapi kekurangan dengan kelebihan masing-masing.

Sehingga mawaddahpun tercipta diantara keduanya, karena jika tidak demikian rumah tangga akan kehilangan yang namanya cinta, maka suami istri akan merasakan kehidupan yang gersang dari kasih sayang, kelembutan, ketenangan, dan ketentraman. Bahkan, dipenuhi dengan kekakuan dan mereka seperti minyak dan air yang berusaha diletakkan dalam satu bejana.

Rumah Tanggamu Akan Menjadi Bahagia Saat Cinta Yang Kamu Bangun Tidak Bercampur Dengan Ke Egoisan

www.csmonitor.com

Ingatlah, rumah tanggamu akan menjadi bahagia saat cinta yang kamu bangun tidak bercampur dengan ke egoisan. Karena cinta yang hakiki dan penuh berkah itu hadir saat suami dan istri selalu mengutamakan kesadaran diri dan tidak saling menuntut satu sama lain.

Bahagiamu Tercipta Bukan Dari Seberapa Besar Kesempurnaan Yang Kamu Mliki, Tetapi Seberapa Besar Kamu Saling Melengkapi

www.huffingtonpost.com

Karena bahagiamu tercipta bukan dari seberapa besar kesempurnaan yang kamu miliki, tetapi seberapa besar kamu saling melengkapi. Sebab, jika cinta yang hadir diantara pasangan berumah tangga hanya dari seberapa besar kesempurnaan diantara keduanya, maka ajang untuk selalu terlihat sempurna akan menjadi pemicu terjadinya perselisihan.

Tetapi saat saling melengkapi dijadikan faktor utama dalam membangun cinta dalam rumah tangga, maka ketika terlihat kekurangan diantara keduanyapun tidak akan menjadi suatu permasalahan, sebab hal tersebut menyadarkan bahwa tak ada seorangpun yang sempurna didunia ini.

Damainya Rumah TanggamuTercipta Saat Kamu Mampu Menyadari Kekurangan Dan Kelebihan Masing-Masing

www.orthodoxchristianity.net

Karena damainya rumah tanggamu tercipta saat kamu mampu menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing, sehingga saling menerimapun akan menjadi penguat terhebat diantara kamu dan pasanganmu. Sebab jika sudah saling menerima itu kita jadikan penguat dalam membangun cinta dalam berumah tangga, maka tentu kekurangan yang nampak diantara kita dan pasaangan tidak akan merubah rasa cinta yang sudah tertanam dihati.

Hubungan Cinta Dalam Rumah Tanggamu Akan Tetap Kuat Jika Kamu Mampu Saling Memahami Kewajiban Bukan Saling Menuntut Hak

youtube.com

Hubungan cinta dalam rumah tangga akan tetap kuat saat keduanya mampu saling memahami kewajiban masing-masing, dan bukan saling menuntut hak. Karena saat kita menyadari kewajiban-kewajiban kita kepada pasangan, maka tentu kita akan memperoleh hak kita sesuai dengan porsinya.

Itu sebabnya mengapa kita harus membangun cinta dalam rumah tangga itu dengan dasar saling memahami kewajiban terlebih dahulu sebelum membicarakan hak, karena saat kewajiban terpenuhi diantara keduanya maka hakpun akan terpenuhi tanpa harus beradu argumen saling menuntut.

Karena Utuhnya Rumah Tangga Itu Tercipta Saat Cinta Yang Tumbuh Didalamnya Disiram Oleh Kesadaran Tanggung Jawab Antara Keduanya

muhammadabuzar-islamblog.blogspot.co.id

Karena damainya rumah tangga itu tercipta saat cinta yang tumbuh didalamnya disiram oleh kesadaran antara suami dan istri tentang tanggung jawabnya, sehingga mawaddahpun akan tercipta dengan baik.

Sebab jika diantara keduanya sudah memahami tanggung jawabnya masing-masing maka sikap saling menunjukkan kesempurnaan takkan lagi dilakukan, sebab keduanya sadar hubungan rumah tangga itu dibangun bukan untuk saling membanggakan diri sebagai pasangan, tapi untuk saling menguatkan dalam membentuk dan menumbuhkan cinta yang hakiki.