Kenapa Bisa Patah Hati? Karena Kau Terlalu Over Mencintainya, Sampai Lupa Bahwa Jodoh Ditangan-Nya

  • 1.7K
    Shares

Salah satu hal yang membuat seseorang itu patah hati adalah terlalu over mencintai, hingga akhinya dia lupa bahwa pemegang kendali atas keinginannya adalah Allah.

Lantas ketika kamu bertanya, kenapa kamu bisa sepatah hati seperti saat ini? Maka jawabannya adalah karena kamu terlalu mempersembahkan cintamu kepada manusia, hingga seolah-olah kamu tidak butuh cinta Allah lagi.

Buktinya, kamu mengabaikan cinta Allah dengan mudahnya, dengan terus melanggar aturan-Nya. Padahal Allah melarangmu bukan karena Dia tidak suka kamu menemukan tambatan hati, tapi Allah tahu jika cara dan jalan yang kamu tempuh salah maka pasti kamu akan berakhir sengsara.

Kau Begitu Yakin Akan Hidup Bersamanya, Tapi Pada Akhirnya Dia Bukan Jodohmu, Bukan?

voa-islam.id

Untuk itu, saat kamu bertanya kenapa perih yang kamu rasakan sangat menyiksa batin? Karena dari awal cara mencintaimu memang telah salah, kamu begitu yakin akan hidup bersamanya, tapi pada akhirnya dia bukan jodohmu.

Sebab itulah mengapa batinmu tersiksa, karena kamu telah kecewa dengan takdir yang seakan-akan tak berpihak padamu. Padahal, inilah jalan terbaik untukmu benar-benar mendaat kebahagiaan hakiki, karena pasti akan menggantimu dengan yang lebih baik.

Kau Begitu Yakin Bahwa Kamu Akan Hidup Bahagia Dengannya, Tapi Sayang Allah Mengambilnya Darimu

instagram.com/anniva_nawalillah

Iya, kamu begitu yakin bahwa bersamanya kamu akan bahagia selamanya, hingga kamu berani melupakan kebahagiaan hakiki dari Allah.

Kamu terlalu terobsesi untuk hidup dengannya selamanya, sebab itulah mengapa saat Allah mengambilnya darimu kamu tidak terima dan merasa sangat putus asa.

Kau Begitu Yakin Bahwa Dia Adalah yang Terbaik, Tapi Nyatanya Dia Bukan yang Terbaik Menurut Allah

instagram.com/muslimahindonesiaid

Kamu begitu yakin bahwa dia adalah satu-satunya yang terbaik untuk menemani hidupmu nanti, tapi sayangnya kamu lupa bahwa yang terbaik menurutmu belum tentu yang terbaik menurut Allah.

Sebab itulah mengapa saat Allah memisahkanmu darinya, kamu merasa sangat kehilangan, kamu merasa sangat ringkih dan bahkan membenci takdir Ilahi.

Lalu apakah yang salah adalah takdir? Tidak, tapi kamu yang terlalu ceroboh membiarkan hatimu liar mencintainya dengan over.

Maka, Cintailah Sekedarnya Saja Agar Saat Allah Tak Mengizinkan Dia Menjadi Milikmu Kau Tetap Bisa Bersabar

instagram.com/muslimahindonesiaid

Maka berhentilah membenci takdir perpisahanmu, karena bagaimanapun yang salah dari awal adalah kamu. Sebab, kamulah yang emmilih untuk mencintainya dengan sangat.

Karenanya, mulai dari sekarang cintalah siapapun yang datang nanti sebagai gantinya dengan sekedarnya saja, agar saat Allah tidak mengizinkan dia menjadi milikmu, maka kamu tetap bisa bersabar.

Jangan Menganggap Dia Jodohmu Sebelum Masanya Halal, Karena Jodoh dan Tidaknya Itu Dilihat Saat Dia Berjanji Dalam Ijab Qabul yang Pasti

instagram.com/ziha_ramli

Iya, perpisahanmu, sakit hatimu, pupusnya harapanmu semua itu adalah pelajaran berharga bagimu. Jadi dimasa selanjutnya, ketika kamu kembali memubuh hatimu dengan cinta, jangan terburu-buru menganggapnya dia sebagai jodohmu sebelum masanya halal.

Karena jodoh dan tidaknya kamu dengan dia yang kamu cintai akan benar-benar nyata, saat kamu telah berjanji dengan mantap dhadapan Allah dalam ijab qabul yang pasti.