Emansipasi Wanita Bukan Untuk Menggeser Posisi Seorang Laki-laki

Pemahaman emansipasi wanita yang berkembang saat ini mengatas namakan Hak Asasi Manusia (HAM), menyerukan bahwa emansipasi wanita adalah menyamakan hak dengan kaum pria, padahal tidak semua hak wanita harus disamakan dengan pria.

Mencermati pemahaman tersebut, kita harus mengkaji lebih mendalam terkait emansipasi wanita dalam perspektif hukum islam. Allah tidak membedadakan posisi seorang laki-laki dan perempuan dalam menghamba kepadanya, tetapi perspektif masa kini telah menggeser hakikat emansipasi sebenarnya.

Ntah Berkarir Atau menjadi Seorang Ibu Rumah Tangga Seorang Wanita Harus Berpenddikan Tinggi

saveupdata.com

Setuju sekali ketika ada orang mengatakan ntah berkarir atau menjadi seorang ibu rumah tangga seorang wanita harus berpendidikan tinggi, karena seorang wanita adalah ibu dari anak-anaknya yang kelak akan menjadi guru pertama dalam mengawali hidup.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis bukhari muslim:

“Barang siapa yang mempunyai anak puteri, lalu ia mengajarinya dengan baik dan mendidiknya dengan baik, maka anak itu kelak akan menjadi tabir yang melindunginya dari neraka.”

Wanita menjadi sanggahan pertama dalam keluarga, kalau tidak percaya coba lihat lah pada keseharian sebuah keluarga. Suami datang bekerja yang dicari pertama kali adalah istri, dan seorang anak yang baru pulang dari sekolah ketika sampai kerumah yang dipanggilnya adalah ibu.

Lantas bagaimana dengan wanita karir? Nah, mungkin ini yang dimaksud emansipasi menggeser posisi laki-laki. Padahal tidak seperti itu adanya karena wanita hanya membantu meringankan tanggung jawab suaminya, bukankah dalam sebuah hubungan kita dituntut untuk saling membantu.

Jangan Biarkan Keadaan Mengendalikanmu, Kaulah Yang Harus Mengubah Keadaanmu

viva.co.id

Jangan sampai keadaan mengendalikan niat baik kita, karena kitalah yang wajib mengendalikan keadaan. Jika kita mampu menelaah kisah teladan Siti Aisyah dan Siti Khadijah pikiran kita takkan terpaku hanya pada satu titik yang memvonis tugas seorang wanita hanya di dapur.

Kedua wanita hebat ini mampu membuat sejarah yang sampai kapan pun akan menjadi inspirasi bagi wanita lainnya.

Ummul mu’minin adalah sebutan bagi Siti Aisyah Radliaallahu An’haa karena Selain menjadi seorang pendamping setia yang selalu siap memberi dorongan dan motivasi kepada nabi Muhammad SAW di tengah beratnya medan dakwah dan permusuhan dari kaumnya, Aisyah juga tampil menjadi seorang penuntut ilmu yang Tekun.

Begitu juga dengan Siti Khadijah, selain menjadi istri nabi Muhammad SAW beliau mampu menjadi saudagar yang sangat sukses. Sudah jelas bukan kalau seorang wanita itu mampu menjadi lebih baik tanpa harus menggeser posisi laki-laki.

Adakah Larangan Bagi Seorang Wanita Mempelajari Berbagai Macam Ilmu?

cmanews.net

Semua orang bebas mempelajari ilmu yang sudah Nabi kita ajarkan kepada ummatnya, tidak ada batasan bagi seseorang mengetahui sebuah ilmu, apapun itu dimanapun itu kita wajib menimba ilmu dengan tujuan yang baik.

Posisi wanita dan laki-laki dalam hal mempelajari sebuah pengetahuan adalah sama. Lalu bagaimana ketika seseorang bertanya, apakah boleh seorang wanita mempelajari ilmu bela diri, sedangkang islam melarang seorang wanita menyerupai laki-laki dan begitu juga sebaliknya?.

Tentu boleh karena membela diri sendiri merupakan hak dan kewajiban perorangan, tidak memandang wanita maupun laki-laki, lagipula ilmu beladiri tidak hanya ada di era sekarang karena pada zaman Rasullullah banyak kaum wanita juga ikut berperang membela islam.

Wanita Tidak Pantas Didepan dan Tidak Pantas Di Belakang Seorang Laki-laki, Karena Posisi Wanita Ada Disamping Seorang seorang Laki-laki

irstory.org

Memang benar wanita tidak pantas di depan ataupun di belakang seorang laki-laki, karena wanita tercipta untuk mendampingi seorang laki-laki. Jika seorang laki-laki mengatakan wanita harus berada dibelakangnya itu adalah presepsi yang salah, karena allah begitu sempurna menciptakan nabi adam dan ibu hawa.

Ingatlah Bahwa Kedudukan Wanita Di Muliakan Dalam Islam!

barenakedislam.com

Jangan sampai salah menafsirkan emansipasi wanita, karena islam begitu menghargai posisi seorang wanita. Hal itu dibuktikan oleh hadits yang berbunyi “Surga Dibawah Telapak Kaki Ibu”.

Seorang wanita memperjuangkan haknya dalam islam adalah sah-sah saja selagi masih tetap dalam koredor konteks ketaqwaan.