Cukup! Jangan Temui Aku, Jika Memang Serius Temui Saja Ayahku, Khitbahlah Aku

  • 14.2K
    Shares

Wanita shalehah itu bukan hanya terlihat dari pakaiannya yang senantiasa panjang menjuntai menutupi keindahannya, tetapi juga dilihat dari ketegasannya dalam menjaga dirinya, terutama dari cinta laki-laki yang hanya ingin menghinakannya.

Ia tidak akan sembarangan bergaul dengan lelaki yang bukan muhrim, sebab ia mengerti betul batasan-batasan untuk menjaga kehormatannya agar tetap indah disandangnya.

Maka, saat ia kepentok oleh perasaan suka, sebab lelaki yang tanpa henti menyatakan niat baiknya padanya sudah pasti ia akan berkata “Cukup!!! Jangan temui aku, jika memang serius menyukaiku temui saja ayahku, khitbahlah aku”.

Iya, yang benar-benar shalehah akan tegas mengambil keputusan, agar apa? Agar perasaan indah yang mulai tumbuh dihati tidak membawanya pada jalan yang menghinakan pada akhirnya.

Wanita Yang Shalehah Tidak Perlu Bertele-tele Untuk Mengambil Keputusan, Ketika Menghadapi Pernyataan Cinta Seorang Laki-Laki Yang Mendekatinya

youtube.com

Wanita yang benar-benar shalehah tidak perlu bertele-tele untuk mengambil keputusan, ketika menghadapi pernyataan cinta seorang laki-laki yang berusaha mendekatinya.

Ia akan berterus terang, namun tetap dengan berakhlaq mulia, jika memang ia ingin menolak ataupun sebaliknya.

Sebab, ia sadar bahwa semua hati adalah sama, sama-sama akan rapuh apabila dipermainkan dengan diberi harapan, namun pada akhirnya tak bisa dipertanggung jawabkan.

Ia Tak Perlu Mengulur Waktu Dengan Alasan “Kita Temenan Aja Dulu” Hanya Karena Ia Ingin Tahu Sifat Asli Lelakinya Seperti Apa

ovadijo.blogspot.com

Maka, pantas saja jika ia tak perlu mengulur waktu dengan alasan “Kita temanan aja dulu” hanya karena ia bermaksud ingin mengetahui sifat asli laki-laki yang berniat baik tadi. Sebab, ia faham betul batas-batas berkomunikasi kepada laki-laki yang bukan mahram itu seperti apa.

Oleh karenanya jika kamu mnegaku dirimu shalehah hanya karena kamu telah menutup aurat dan shalat tidak pernah kamu tinggalkan.

Tetapi masih saja menyukai yang namanya “PACARAN ISLAMI”, maka shalehahmu adalah hoax. Karena wanita shalehah tak pernah mengenal istilah pacaran sebelum ia diikat dalam ikatan pasti pernikahan.

Wanita Shalehah Tidak Butuh Alasan “Temenan” Untuk Berlama-Lama Mengambil Keputusan, Ia Hanya Butuh Ta’Arruf

kompasiana.com

Ingat, wanita shalehah itu tidak butuh alasan “Temenan” untuk berlama-lama mengambil keputusan, ia hanya butuh ta’arruf.

Karena ia tahu bahwa jalan satu-satunya yang disediakan Allah dalam islam untuk membangun hubungan dalam ikatan halal adalah ta’arruf, bukan teman tapi mesra atupun pacaran secara islami pada umumnya.

Wanita Shalehah Tahu Betul Jalan Membangun Cinta Itu Seperti Apa, Maka Tidak Mungkin Ia Mau Diajak Menjalin Hubungan Dengan Kata “Pacaran Secara Islami”

wowkeren.com

Wanita shalehah tahu jalan membangun cinta yang hakiki itu seperti apa, maka tidak mungkin ia mau diajak menjalin hubungan dengan kata “Pacaran secara islami”.

Meski menghindari yang namanya pertemuan ataupun berdua-duan, tetapi membiasakan berkomunikasi dimedia sosial contohnya, maka semua itu adalah nihil, karena dipermaks seislami apapun jika sayang sayangan dengan bukan muhrim tanpa ikatan yang halal, maka tetap saja akan mendatangkan murka Allah.

Dan jika ada diantara kamu wahai lelaki, yang bangga karena pacarmu pintar nagaji, shalatnya rajin, pekerjaan sunnah rajin, dan selalu mengingatkanmu pada kebaikan, maka tetap saja dia bukan wanita yang shalehah, tetapi hanya baik belaka, karena wanita shalehah tentunya tak mau diajak pacaran.

Wanita Shalehah Selalu Tegas Dalam Menjaga Dirinya, Maka Pantas Saja Jika Cintanya Hanya Akan Diberikan Setelah Ia Menjalin Ikatan Pasti “Pernikahan”

youtube.com

Karena apa? Karena wanita shalehah selalu tegas dalam menjaga dirinya, maka pantas saja jika cintanya mahal, dan hanya akan diberikan setelah ia menjalin ikatan pasti “Pernikahan”.

Maka dari itu jika kamu ingin menjadikanmu shalehah, menjaga dirinya jangan setengah-setengah ya mbak broo…terutama pada laki-laki yang menawari tentang manisnya cinta.