Berfikir Bukan Cuma Ketika Ada Masalah, Tapi Berfikir Setiap Waktu Untuk Merenungi Nikmat Tuhan

Kita cenderung berfikir keras ketika hanya ditimpa permasalahan yang sangat rumit. Padahal perintah untuk berfikir sudah dijelaskan didalam Al-Qur’an, agar setiap hamba selalu berfikir tentang nikmat yang sudah Allah berikan dengan selalu berucap syukur.

Tapi begitulah manusia, mengingat keberadaan Allah hanya ketika sedang sakit dan tidak bahagia. Namun selagi sehat dan senang ia lupa untuk memikir-mikir nikmatnya.

Ingatlah Kamu Kepada-KU, Niscaya AKU Akan Ingat Kepadamu!

rumaysho.Com

Jika Allah telah menjajikan sesuatu didalam firmannya dalam surah Al-baqarah Ayat 152, untuk apa kita mengingkarinya. Mengingat allah sebenarnya dapat dirasakan dan tertanam selamanya seumur hidup melalui akal dan pikiran serta pada hati, perasaan dan jiwa atau rohani.

Namun mengingat Allah sebenarnya dengan akal dan pikiran saja tidak akan tertanam dalam hati, perasaan dan jiwa. Mengingat allah dengan cara seperti itu hanya akan bertahan beberapa saat saja, dan kemudian dengan mudah akan lupa dengan begitu saja.

Ingatlah Allah Dalam Waktu Berdiri, Duduk dan Berbaring!

kabarmakkah.com

Dalam Surah An-nisa’ Ayat 4 juga telah dijelaskan bahwa kita diperintah untuk mengingat Allah dalam segala keadaan. Bisa diumpamakan pada seseorang yang diperintah untuk mengerjakan shalat. Dimana shalat itu wajib dikerjakan dalam keadaan apapun ketika kita masih mampu untuk bernafas.

Ketika kita masih sehat dan mampu untuk berdiri melakukan shalat wajib untuk kita tegakkan, bahkan ketika sakitpun kita masih diperintah untuk mengingat Allah dalam shalatnya, meski shalat yang dilakukan harus dengan dalam duduk. Dan jika kita tidak mampu duduk kita diperintah untuk mengingat Allah dalam keadaan berbaring, hingga pada akhirnya kita dishalatkan.

“Dan Sebutlah (Ingatlah) Dalam Hatimu Pada Waktu Pagi Dan Petang”, “Dan Ingatlah Kepada-NYA Pada Sebagian Dari Malam, Maka Sujudlah Kepada-NYA Dan Bertasbilah Kepada-NYA Pada Bagian Yang Panjang Dimalam Hari”

republika.co.id

Pada surah Al-Insaan Ayat 25 dan Ayat 26 sudah ditegaskan supaya kita mengingat Allah dalam hati Pada waktu Pagi Dan Petang, dipertengahan malam dan bagian malam yang panjang. Itu sebabnya kita diwajibkan untuk mengerjkan shalat lima waktu agar kita senantiasa mengingatnya didalam shalat, Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’. Bukan hanya itu pada waktu pertengahan malam yang panjang kita juga diperintah untuk mengingatnya dalam shalat sunnah Tahajjud.

“Dan Sebutlah (Ingatlah) Tuhanmu Dalam Hatimu Dengan Merendahkan Diri Dan Rasa Takut, Dan Dengan Tidak Mengeraskan Suara, Diwaktu Pagi Dan Petang, Dan Janganlah Kamu Termasuk Orang-Orang Yang Lalai”

Reportaseterkini.net

Surah Al-A’raaf Ayat 205 sudah diperjelas untuk mengingat Allah dengan cara merendah diri dan rasa takut, dan tidak mengeraskan suara diwaktu pagi dan petang. Itu sebabnya dalam menunaikan shalat yang dilakukan dipagi hari hingga petang kita tidak diperbolehkan untuk mengeraskan suara.

“Dan Janganlah Kamu Seperti Orang-Orang Yang Lupa Kepada Allah, Lalu Allah Menjadikan Mereka Lupa Kepada Diri Mereka Sendiri”

kabarmuslimah.com

Allah juga telah memerintah kita dalam Surah Al-Hasyr Ayat 19 untuk tidak melupakan-NYA, Karena Allah akan menjadikan lupa pada diri sendiri kepada orang senantiasa lupa kepadanya.

Janganlah kita sampai melupakan diri dari mengingat allah, baik dalam nikmat dan rahmat-NYA, karena melupakan Allah demi kehidupan dunia, harta, anak istri serta dari kesibukan berikhtiar, usaha, pekerjaan, dan kegiatan dunia yang kita lakukan sehar-hari adalah sangat merugikan kita, karena ulah kita sendiri, sehingga Allah melupakan kia.