Beda Lidah Beda Pula Rasanya, Beda Hati Beda Pula Prasangkanya

  • 4.2K
    Shares

Memahami memang sangatlah sulit, sebab itulah mengapa kita terkadang dengan mudahnya menghakimi dan menvonis, karena beda lidah beda pula rasanya, dan beda hati maka beda pula prasangkanya.

Tetapi meski demikian kita harus selalu ajarkan hati untuk terus bisa memahami orang lain, biarlah mereka seringkali menghakimi kita dengan prasangkanya yang seadanya, namun kita tidak boleh bertindak seperti mereka.

Bersabarlah, saat orang lain terus berjalan dengan prasangkanya yang terkadang membuat kita jenuh, dan membuat emosi naik seketika, yang penting kita tidak berlaku seperti yang dikatakan oleh mereka.

Kamu, Tidak Bisa Menyuruh Orang Lain Untuk Selalu Menyukaimu, Tetapi Kamu Bisa Menyuruh Dirimu Untuk Tidak Biasa Membenci Orang Lain

huffingtonpost.com

Kamu, tidak bisa menyuruh orang lain untuk selalu menyukaimu, tetapi kamu bisa menyuruh dirimu untuk tidak biasa membenci orang lain.

Sulit? Iya memang, tetapi saat hati selalu kita ajarkan untuk selalu bersabar, maka sesulit apapun kita berusaha tidak membenci orang yang tidak menyukai kita, sudah pasti Allah akan senantiasa melapangkan hati kita.

Karena seseorang yang bersabar itu bukan ia yang tidak bisa mempunyai rasa kesal, marah, dan emosi, tetapi ia yang bisa menahan semua amarahnya hingga menjadi baik-baik saja.

Kamu, Tidak Bisa Membatasi Gerak-Gerik Orang Lain Terhadapmu, Tetapi Kamu Bisa Membatasi Gerak-Gerikmu Terhadap Orang Lain

seventeen.com

Kamu, tidak bisa membatasi gerak-gerik orang lain terhadapmu, tetapi kamu bisa membatasi gerak-gerikmu terhadap orang lain.

Maka selalu ajarkan hati untuk tidak berlaku seadanya tehadap orang lain, karena dengan demikian oang lainpun besar kemungkinan akan menjaga tingkah lakunya terhadapmu.

Kamu, akan dihargai oleh orang lain, baik secara perbuatan ataupun ucapan, jika kamu sendiri mampu menjaga perbuatan dan ucapanmu terhadap mereka agar selalu baik.

Kamu, Tidak Bisa Menahan Orang Lain Untuk Tidak Menyakitimu, Tapi Kamu Bisa Menahan Diri Untuk Tidak Menyakiti Orang Lain

mercurynews.com

Kamu, tidak bisa menahan orang lain untuk tidak menyakitimu, tetapi kamu bisa menahan diri untuk tidak menyakiti orang lain.

Oleh karena itu mampukanlah diri untuk terus menjaga sikap dan perilaku jika berhadapan dengan orang lain, terutama menjaga hati dan ucapan kita, sebab hal yang paling utama dalam diri kita adalah hati dan ucapan.

Jika hati terjaga dengan baik dan bijak, maka sudah pasti ucapanpun akan terjaga dengan bijaksana, dan jika hati sudah terjaga dengan baik maka sudah pasti prasangka kita juga akan terjaga dengan baik.

Kamu, Tidak Bisa Memaksa Orang Lain Untuk Terus Bersikap Manis Kepadamu, Tapi Kamu Bisa Terus Ajarkan Hati Untuk Bersikap Manis Pada Orang Lain

usnews.com

Kamu, tidak bisa memaksa orang lain untuk terus bersikap manis kepadamu, tetapi kamu bisa terus ajarkan hati untuk bersikap manis pada orang lain, untuk terus berlemah lembut pada orang lain.

Karena saat kamu mampu menjaga sikapmu untuk terus berlemah lembut dan penuh kesopan santunan, maka sudah pasti secara lambat laun orang lainpun akan bersifat demikian terhadapmu.

Kamu, Tidak Bisa Menuntut Orang Lain Agar Selalu Memahamimu, Tapi Kamu Bisa Ajarkan Hati Untuk Selalu Bisa Memahami Orang Lain

huffingtonpost.com

Dan kamu, tidak bisa menuntut orang lain agar selalu memahamimu, tetapi kamu bisa ajarkan hati untuk selalu bisa memahami orang lain.

Maka, belajarlah untuk bisa mengerti dan memahami setiap situasi dan kondisi orang lain, agar mereka pula sennatiasa pula menaruh prasangka baik padamu dalam memahami situasi dan kondisimu.