Anak yang Hebat dan Selalu Bertanggung Jawab Itu Terdidik Dari Seorang Ibu yang Berilmu

  • 3.3K
    Shares

Seorang anak yang hebat dan selalu bertanggung jawab itu terdidik dari seorang ibu yang “Mampu” berilmu, bukan hanya sekedar berilmu semata, tetapi ia yang bisa mengamalkan ilmu ataupun pengetahuan yang dimilikinya dengan bijak, sebab berilmu saja tidaklah cukup untuk membuat anak itu memahami tanggung jawabnya.

Bagaimana seorang ibu yang “Mampu” berilmu? Yaitu seorang ibu yang dalam mendidik dan mengajari anaknya akan suatu ilmu itu dengan cara memberi contoh, bukan hanya sekedar menyuruh dan memerintah.

Ia yang selalu megajari anak-anaknya dengan perbuatan baik yang dimiliki, melalui ilmu yang mendasar dihati dan pikirannya. Ia yang lebih memilih mengajak dari pada menyuruh, sebab ia sadar bahwa cara terbaik mengajari anak adalah ketika ia mampu memberi contoh, sehingga anak-anaknyapun bisa selalu mengingatnya dengan bijak.

Dan cara seperti ini pula berguna agar seorang anak tak gampang mengatakan “Ah, ibu juga begitu kok” saat melakukan kesalahan yang sama seperti halnya kesalahan yang pernah dilakukan sang ibu, sebab tak jarang seorang anak apabila ditegur kesalahannya, ia malah membantah hanya karena melihat sang ibu bisanya cuma menyuruh bukan mengajak ataupun memberi contoh.

Seorang Anak Akan Senantiasa Memahami Tanggung Jawabnya Saat Sang Ibu Selalu Mengajarinya Ilmu Dengan Cara Memberi Contoh Dan Mengarahkan

sumber.com

Seorang anak yang hebat dan senantiasa memahami tanggung jawabnya, kapanpun dan dimanapun ia berada, saat sang ibu selalu mengajarinya ilmu dengan cara yang memberinya contoh dan mengarahkan. Bukan dari seorang ibu yang hanya tegas dalam menyuruh, namun dirinya sendiri tak mampu melakukannya.

Karena tak sedikit para ibu yang bisanya hanya menyuruh kebaikan kepada anaknya, namun dirinya sendiri enggan untuk melaksanakannya, contoh kecilnya saat ibu menyuruh anaknya shalat.

Tetapi dirinya sendiri belum juga menunaikan shalat, padahal cara yang benar adalah ajaklah ia shalat, agar ia bisa memahami tanggung jawabnya melalui tanggung jawab yang kamu laksanakan.

Ibu Adalah Pengarah Pertama Dalam Kehidupan Anaknya, Sebab Itulah Mengapa Wanita Itu Tidak Boleh Bermalas-Malasan Untuk Mengamalkan Ilmunya

log.viva.co.id

Sebab apa? Sebab seorang ibu adalah pengarah pertama dalam kehidupan anak-anaknya, karena itulah mengapa wanita itu tidak boleh bermalas-malasan untuk mengamalkan ilmunya.

Jika ingin mendidik anakmu agar menjadi insan yang bertanggung jawab, maka mampukanlah dirimu mengajarkan tanggung jawab pada dirinya dengan memperlihatkan tanggung jawabmu secara bijaksana, agar ia tak hanya tahu tanggung jawab itu seperti apa, namun memahami secara sempurna.

Ilmu Adalah Bekal Pertama Yang Harus Ibu Ajarkan Kepada Anak, Sebab Dengan Ilmu Itulah Sang Anak Akan Tahu Makna Hidup Yang Sesungguhnya

multimediaislami.com

Ingat! Ilmu adalah bekal pertama yang harus ibu ajarkan kepada anak-anaknya, sebab dengan ilmu itulah sang anak akan tahu makna hidup yang sesungguhnya itu seperti apa.

Sehingga akhirnya ia tahu akan tanggung jawabnya. Maka, mampukanlah dirimu berilmu wahai wanita, bijaksanalah dalam mengamalkan setiap pengetahuan yang kamu miliki, agar kelak kau bisa menjadi pengarah hidup terhebat anak-anakmu setiap saat.

Seorang Anak Akan Senantiasa Bertanggung Jawab Dalam Hidupnya, Bila Sang Ibu Selalu Tanpa Henti Mengajarkan Ilmu Kepada Anak-Anaknya

albawaba.com

Seorang anak akan senantiasa bertanggung jawab dalam hidupnya, apabila sang ibu selalu tanpa henti mengajarkan ilmu kepada anak-anaknya dengan penuh kesabaran dan pengamalan yang tekun.

Maka dari itu didiklah anak-anakmu melalui cara yang bertanggung jawab, yaitu dimulai dari bijaksananya kau mengamalkan ilmu yang kamu miliki.

Jadi, Mampukanlah Dirimu Berilmu Wahai Wanita, Agar Kelak Kau Bijaksana Dalam Mendidik Anak-Anakmu

islamfamilia.com

Jadi, mampukanlah dirimu berilmu wahai wanita, agar kelak kau bijaksana dalam mendidik anak-anakmu, buatlah ia bertanggung jawab atas segala apa-apa yang sudah menjadi tugasnya, dan ajarkanlah ia ilmu kesabaran.

Agar kelak seberapa besar tanggung jawab yang ia pikul takkan pernah membuatnya letih dan mengeluh dengan seadanya.